Kabur ke Barat, Perwira Saudi Penghubung Intelijen 5 Mata Jadi Target MBS
Senin, 25 Mei 2020 - 15:45 WIB
loading...
A
A
A
"Dr al-Jabri mengubah upaya kontra-terorisme Saudi," ujarnya. "Dia mengubahnya dari sistem yang kasar, kejam, berbasis pengakuan menjadi sistem yang menggunakan forensik modern dan penambangan data berbasis komputer."
"Dia adalah pria paling pintar yang kami temui di antara begitu banyak orang lain yang disfungsional," katanya.
Dr al-Jabri adalah seorang pria yang berbicara dengan tenang dengan gelar doktor dalam kecerdasan buatan dari Universitas Edinburgh. Dia naik ke jabatan menteri kabinet dan memegang pangkat jenderal besar di Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.
Namun pada 2015 semuanya berubah. Raja Abdullah meninggal dan saudara tirinya; Salman bin Abdulaziz al-Saud naik ke tahta. Raja Salman kemudian mengangkat putranya yang masih muda dan belum teruji, Mohammed bin Salman (MBS), sebagai menteri pertahanan.
MBS kemudian memerintahkan pasukan negaranya untuk campur tangan dalam perang saudara Yaman, sebuah langkah yang ditentang oleh Dr al-Jabri yang menunjukkan bahwa tidak ada strategi untuk keluar. Lebih dari lima tahun kemudian Arab Saudi masih mencari jalan keluar dari kebuntuan perang yang mahal di Yaman.
Pada 2017 MBS dilaporkan melakukan "kudeta istana" tanpa darah dengan restu ayahnya. Dia secara efektif merebut posisi putra mahkota dari Pangeran Mohammed bin Nayef.
"Dia adalah pria paling pintar yang kami temui di antara begitu banyak orang lain yang disfungsional," katanya.
Dr al-Jabri adalah seorang pria yang berbicara dengan tenang dengan gelar doktor dalam kecerdasan buatan dari Universitas Edinburgh. Dia naik ke jabatan menteri kabinet dan memegang pangkat jenderal besar di Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.
Namun pada 2015 semuanya berubah. Raja Abdullah meninggal dan saudara tirinya; Salman bin Abdulaziz al-Saud naik ke tahta. Raja Salman kemudian mengangkat putranya yang masih muda dan belum teruji, Mohammed bin Salman (MBS), sebagai menteri pertahanan.
MBS kemudian memerintahkan pasukan negaranya untuk campur tangan dalam perang saudara Yaman, sebuah langkah yang ditentang oleh Dr al-Jabri yang menunjukkan bahwa tidak ada strategi untuk keluar. Lebih dari lima tahun kemudian Arab Saudi masih mencari jalan keluar dari kebuntuan perang yang mahal di Yaman.
Pada 2017 MBS dilaporkan melakukan "kudeta istana" tanpa darah dengan restu ayahnya. Dia secara efektif merebut posisi putra mahkota dari Pangeran Mohammed bin Nayef.
(min)
Lihat Juga :