Putin: Biden Tak Seimpulsif Trump, Komentar Killer-nya Perilaku Macho Hollywood

Minggu, 13 Juni 2021 - 02:02 WIB
loading...
Putin: Biden Tak Seimpulsif...
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden AS Joe Biden. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Dalam wawancara pertamanya dengan outlet media Amerika Serikat (AS) sejak 2018, Presiden Rusia Vladimir Putin menepis tuduhan “killer” dari Presiden AS Joe Biden.

Putin menyebut tuduhan Biden sebagai sikap politisi karir yang mapan.

Berbicara dengan Keir Simmons dari NBC News di Moskow, menjelang pertemuan puncak Rabu depan dengan Biden, Putin menyebut komentar “killer” atau "pembunuh" itu sebagai ekspresi dari jenis perilaku "macho Hollywood".

Baca juga: Putin Bantah Rusia Pasok Iran Satelit Canggih yang Bisa Mata-matai Israel

Presenter berita ABC dan mantan ajudan Partai Demokrat George Stephanopoulos menyebut Putin sebagai "pembunuh" saat wawancara pada pertengahan Maret, dengan menanyakan Biden apakah dia akan setuju.

Baca juga: Mirip Kisah Nabi Yunus, Pencari Lobster Ditelan Paus, Lalu Dimuntahkan Lagi

"Mmm hmm, ya," jawab Biden. Pria berusia 78 tahun itu kemudian menceritakan kisah tentang dugaan konfrontasi dengan Putin yang "tidak berjiwa" pada 2011, yang tidak sesuai dengan catatan resmi pertemuan tersebut.

Baca juga: AS Cabut Blokir, Iran Lunasi Tunggakan ke PBB

Presiden AS juga telah dituduh secara keliru tentang klaim telah bertemu mantan pemimpin Soviet Leonid Brezhnev dalam perjalanan sebelumnya ke Moskow, pada 1979.

Ketika Simmons menuduh Putin membunuh para pengkritik, presiden Rusia menyebut pertanyaan itu "gangguan pencernaan verbal" dan membantah ada hubungannya dengan kematian-kematian itu.

Putin menunjukkan hubungan antara Washington dan Moskow berada pada titik terendah dalam beberapa tahun.

Baik Gedung Putih maupun Kremlin tidak menyatakan harapan tinggi bahwa konferensi tingkat tinggi (KTT) pekan depan akan mengubah keadaan itu.

Presiden Rusia menggambarkan mantan Presiden AS Donald Trump sebagai "individu yang penuh warna" yang tidak berasal dari kemapanan dan "politik masa besar" yang merupakan fakta apakah orang menyukainya atau tidak. “Penghuni Gedung Putih saat ini sangat berbeda,” ujar Putin, dilansir RT.com.

“Presiden Biden adalah seorang pria karir. Dia telah menghabiskan hampir seluruh masa dewasanya dalam politik,” ujar Putin kepada NBC.

“Itu adalah tipe orang yang berbeda, dan itu adalah harapan besar saya bahwa ya, ada beberapa keuntungan, beberapa kerugian, tetapi tidak akan ada gerakan berbasis impuls, atas nama presiden AS yang sedang menjabat,” papar Putin.

Wawancara lengkap dijadwalkan tayang pada Senin dan akan menjadi wawancara pertama presiden Rusia dengan outlet media AS sejak Juli 2018, ketika Putin duduk dengan Chris Wallace dari Fox News selama pertemuan puncak dengan presiden saat itu Donald Trump di Helsinki, Finlandia.

Terakhir kali NBC mendapat kesempatan eksklusif dengan Putin adalah pada Maret tahun itu, ketika dia diwawancarai oleh mantan presenter Fox Megyn Kelly.

Putin dan Biden dijadwalkan bertemu di Villa LaGrange di tepi Danau Jenewa.

“Perkebunan abad ke-18 itu simetris, sehingga kedua delegasi dapat diberikan jumlah kamar yang sama,” papar pejabat protokol kepada wartawan.

Vila itu juga mengalami beberapa renovasi menjelang pertemuan Putin dan Biden.

Pengamanan juga diperketat. Hingga 3.500 polisi akan dikerahkan untuk meningkatkan keamanan di vila, bandara, misi diplomatik, dan hotel yang digunakan personel Rusia dan AS.

Wilayah udara Jenewa akan dibatasi antara 15-17 Juni. Tepi danau kota juga akan dikunci dan diamankan dengan barikade dan kawat berduri, tanpa pejalan kaki, kendaraan, atau perahu diizinkan di area tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved