Pompeo Akui Jet Tempur Siluman F-35 di Balik Normalisasi UEA-Israel
Jum'at, 11 Juni 2021 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
"Ini membuktikan kepada dunia bahwa Amerika Serikat bertekad dalam pertempurannya melawan Iran.”
Pompeo mengatakan keputusan pemerintahan Trump untuk meningkatkan kemampuan militer Arab Saudi, memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem dan menyatakan bahwa permukiman Israel tidak bertentangan dengan hukum internasional, "membuat para pemimpin dunia sampai pada kesimpulan bahwa orang-orang ini, kami, pemerintahan Trump , adalah orang-orang yang serius dan bertekad.”
"Tetapi para pemimpin dunia itu, juga membutuhkan janji lain untuk mengetahui bahwa kami menghargai mereka sebagai mitra dalam membela perdamaian. Kesepakatan untuk menjual F-35 sangat penting untuk itu, karena itu membuktikan bahwa kami memiliki kepercayaan penuh pada mereka sebagai mitra pertahanan. Di luar teknologi jet, di luar kemampuan yang diberikannya kepada Emirat, penjualan tersebut mengatakan bahwa orang Israel dan Amerika percaya bahwa Emirat dapat berbagi persepsi keamanan mereka. Dan itu sangat, sangat penting," papar mantan direktur CIA itu.
Baca juga: Tampar Wajah Presiden Macron, Pria Prancis Dipenjara 4 Bulan
Departemen Luar Negeri memberi tahu Kongres Amerika tentang kesepakatan penjualan senjata besar-besaran itu pada November, kurang dari dua bulan setelah UEA menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel.
Setelah menjabat pada Januari, pemerintahan Joe Biden menahan sementara beberapa penjualan senjata asing utama yang diprakarsai oleh mantan presiden AS Donald Trump, termasuk kesepakatan untuk menyediakan 50 unit jet tempur siluman F-35 ke UEA. Kemudian pada bulan April, pemerintah mengatakan kepada Kongres bahwa mereka akan melanjutkan kesepakatan itu.
Dalam wawancara dengan Yedioth, Pompeo—yang baru-baru ini mengunjungi Israel untuk menghadiri upacara pensiun kepala Mossad Yossi Cohen—mengkritik keras perilaku Presiden AS Joe Biden selama konflik militer 11 hari baru-baru ini antara Israel dan Hamas di Gaza.
Pompeo mengatakan keputusan pemerintahan Trump untuk meningkatkan kemampuan militer Arab Saudi, memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem dan menyatakan bahwa permukiman Israel tidak bertentangan dengan hukum internasional, "membuat para pemimpin dunia sampai pada kesimpulan bahwa orang-orang ini, kami, pemerintahan Trump , adalah orang-orang yang serius dan bertekad.”
"Tetapi para pemimpin dunia itu, juga membutuhkan janji lain untuk mengetahui bahwa kami menghargai mereka sebagai mitra dalam membela perdamaian. Kesepakatan untuk menjual F-35 sangat penting untuk itu, karena itu membuktikan bahwa kami memiliki kepercayaan penuh pada mereka sebagai mitra pertahanan. Di luar teknologi jet, di luar kemampuan yang diberikannya kepada Emirat, penjualan tersebut mengatakan bahwa orang Israel dan Amerika percaya bahwa Emirat dapat berbagi persepsi keamanan mereka. Dan itu sangat, sangat penting," papar mantan direktur CIA itu.
Baca juga: Tampar Wajah Presiden Macron, Pria Prancis Dipenjara 4 Bulan
Departemen Luar Negeri memberi tahu Kongres Amerika tentang kesepakatan penjualan senjata besar-besaran itu pada November, kurang dari dua bulan setelah UEA menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel.
Setelah menjabat pada Januari, pemerintahan Joe Biden menahan sementara beberapa penjualan senjata asing utama yang diprakarsai oleh mantan presiden AS Donald Trump, termasuk kesepakatan untuk menyediakan 50 unit jet tempur siluman F-35 ke UEA. Kemudian pada bulan April, pemerintah mengatakan kepada Kongres bahwa mereka akan melanjutkan kesepakatan itu.
Dalam wawancara dengan Yedioth, Pompeo—yang baru-baru ini mengunjungi Israel untuk menghadiri upacara pensiun kepala Mossad Yossi Cohen—mengkritik keras perilaku Presiden AS Joe Biden selama konflik militer 11 hari baru-baru ini antara Israel dan Hamas di Gaza.
Lihat Juga :