Pompeo Akui Jet Tempur Siluman F-35 di Balik Normalisasi UEA-Israel

loading...
Pompeo Akui Jet Tempur Siluman F-35 di Balik Normalisasi UEA-Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri penerimaan pesawat jet tempur siluman F-35 Lockheed Martin AS untuk Israel di Pangkalan Angkatan Udara Nevatim. Foto/REUTERS/Amir Cohen
TEL AVIV - Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengakui bahwa kesediaan Amerika untuk menjual 50 unit jet tempur siluman F-35 ke Uni Emirat Arab (UEA) adalah bagian integral dari normalisasi hubungan negara teluk itu dengan Israel.

Abu Dhabi setuju melakukan normalisasi dengan Tel Aviv dalam Kesepakatan Abraham tahun lalu yang ditengahi pemerintah Presiden Donald Trump.

Baca juga: Israel Sambut Kapal Perang Sa'ar 6 Kedua, Ini Deretan Senjata Canggihnya



Sebelumnya, selama berbulan-bulan, pejabat Israel, AS, dan Emirat secara terbuka membantah bahwa kesepakatan penjualan jet tempur dan senjata canggih lainnya adalah bagian dari negosiasi normalisasi kedua negara itu pada tahun lalu.

Tetapi para pejabat Trump mengakui pada saat itu bahwa perjanjian tersebut menempatkan Abu Dhabi dalam posisi yang lebih baik untuk menerima persenjataan canggih Amerika, dan seorang sumber yang mengetahui langsung pembicaraan tersebut mengatakan kepada The Times of Israel bahwa baik AS maupun Israel tahu bahwa kesepakatan penjualan senjata itu “sangat banyak bagian dari kesepakatan normalisasi.”

“Ada serangkaian tindakan yang memungkinkan kesepakatan untuk maju dan akhirnya ditandatangani, termasuk kesepakatan F-35," kata Pompeo kepada surat kabar Yedioth Ahronoth dalam sebuah wawancara yang akan dipublikasikan secara penuh pada hari Jumat (11/6/2021).

“Juga [pembunuhan] dari [Jenderal Iran Qassem] Soleimani sangat terkait dengan Kesepakatan Abraham,” ujarnya dalam komentar yang diterbitkan dalam bahasa Ibrani.

"Ini membuktikan kepada dunia bahwa Amerika Serikat bertekad dalam pertempurannya melawan Iran.”

Pompeo mengatakan keputusan pemerintahan Trump untuk meningkatkan kemampuan militer Arab Saudi, memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem dan menyatakan bahwa permukiman Israel tidak bertentangan dengan hukum internasional, "membuat para pemimpin dunia sampai pada kesimpulan bahwa orang-orang ini, kami, pemerintahan Trump , adalah orang-orang yang serius dan bertekad.”

"Tetapi para pemimpin dunia itu, juga membutuhkan janji lain untuk mengetahui bahwa kami menghargai mereka sebagai mitra dalam membela perdamaian. Kesepakatan untuk menjual F-35 sangat penting untuk itu, karena itu membuktikan bahwa kami memiliki kepercayaan penuh pada mereka sebagai mitra pertahanan. Di luar teknologi jet, di luar kemampuan yang diberikannya kepada Emirat, penjualan tersebut mengatakan bahwa orang Israel dan Amerika percaya bahwa Emirat dapat berbagi persepsi keamanan mereka. Dan itu sangat, sangat penting," papar mantan direktur CIA itu.



Baca juga: Tampar Wajah Presiden Macron, Pria Prancis Dipenjara 4 Bulan

Departemen Luar Negeri memberi tahu Kongres Amerika tentang kesepakatan penjualan senjata besar-besaran itu pada November, kurang dari dua bulan setelah UEA menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel.

Setelah menjabat pada Januari, pemerintahan Joe Biden menahan sementara beberapa penjualan senjata asing utama yang diprakarsai oleh mantan presiden AS Donald Trump, termasuk kesepakatan untuk menyediakan 50 unit jet tempur siluman F-35 ke UEA. Kemudian pada bulan April, pemerintah mengatakan kepada Kongres bahwa mereka akan melanjutkan kesepakatan itu.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top