Pesawat Mata-Mata AS Tepergok Intip Latihan Militer Besar-besaran Rusia
Jum'at, 11 Juni 2021 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
Insiden terbaru terjadi ketika Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa latihan operasional pasukan heterogen Armada Pasifik sedang dilakukan di bentangan tengah laut sekitar 4.000 kilometer, atau hampir 2.500 mil jauhnya, dari pangkalan dari pangkalan kapal Angkatan Laut yang dikerahkan.
Latihan tersebut akan mencakup hingga 20 kapal perang permukaan, kapal selam dan kapal pendukung, seperti kapal penjelajah rudal Varyag kelas Slava, kapal perusak anti-kapal selam besar Admiral Panteleev, kapal fregat kelas Udaloy Marsekal Shaposhnikov, korvet Gromky, Sovershenny dan Pahlawan Federasi Rusia Aldar Tsydenzhapov dan kapal instrumentasi jangkauan rudal Marshal Krylov.
Juga di langit ada sekitar 20 pesawat termasuk pesawat anti-kapal selam jarak jauh Tu-142MZ, pesawat tempur pencegat untuk ketinggian tinggi MiG-31BM dan pesawat lainnya.
“Dalam kerangka latihan, tugas-tugas mengelola pengelompokan kekuatan yang heterogen pada jarak yang cukup jauh dari titik-titik pangkalan untuk perlindungan dan pertahanan komunikasi laut (samudera),” kata pernyataan itu.
“Serta mengatur interaksi pengelompokan operasional kapal dan pesawat untuk mencari dan melacak kapal selam dan pengelompokan kapal musuh tiruan dipraktekkan," pernyataan itu melanjutkan.
Baca juga: Rusia: AS Harus Ubah Sikap jika Ingin Keluar dari Daftar Negara Tidak Bersahabat
Latihan tersebut akan mencakup hingga 20 kapal perang permukaan, kapal selam dan kapal pendukung, seperti kapal penjelajah rudal Varyag kelas Slava, kapal perusak anti-kapal selam besar Admiral Panteleev, kapal fregat kelas Udaloy Marsekal Shaposhnikov, korvet Gromky, Sovershenny dan Pahlawan Federasi Rusia Aldar Tsydenzhapov dan kapal instrumentasi jangkauan rudal Marshal Krylov.
Juga di langit ada sekitar 20 pesawat termasuk pesawat anti-kapal selam jarak jauh Tu-142MZ, pesawat tempur pencegat untuk ketinggian tinggi MiG-31BM dan pesawat lainnya.
“Dalam kerangka latihan, tugas-tugas mengelola pengelompokan kekuatan yang heterogen pada jarak yang cukup jauh dari titik-titik pangkalan untuk perlindungan dan pertahanan komunikasi laut (samudera),” kata pernyataan itu.
“Serta mengatur interaksi pengelompokan operasional kapal dan pesawat untuk mencari dan melacak kapal selam dan pengelompokan kapal musuh tiruan dipraktekkan," pernyataan itu melanjutkan.
Baca juga: Rusia: AS Harus Ubah Sikap jika Ingin Keluar dari Daftar Negara Tidak Bersahabat
Lihat Juga :