Pasukan Roket China Lakukan Latihan dengan Rudal Balistik 'Pembunuh Kapal Induk'

Kamis, 10 Juni 2021 - 23:32 WIB
loading...
A A A
“Kami telah mengadakan latihan malam secara teratur baru-baru ini, yang biasanya berlangsung lewat tengah malam. Mereka menampilkan perubahan acak dari posisi peluncuran dan target, serangan tembakan berturut-turut dan relokasi,” kata Kolonel Jiang Feng, wakil komandan brigade kepada Radio Nasional China, seperti dilaporkan oleh Global Times yang dinukil Newsweek, Kamis (10/6/2021).

Rudal seperti "pembunuh kapal induk" DF-26 dilarang pada tahun 1987 setelah Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet saat itu menandatangani Perjanjian Kekuatan Nuklir Jangka Menengah. Menurut Asosiasi Kontrol Senjata nonpartisan, perjanjian itu melarang rudal balistik dan jelajah nuklir serta konvensional yang diluncurkan dari darat dengan jangkauan 500 hingga 5.500 kilometer.

Pada tahun 2018, Presiden AS saat itu, Donald Trump, mengumumkan bahwa ia menarik diri dari perjanjian itu, mengklaim bahwa Rusia dan China sama-sama mengembangkan senjata yang dilarang perjanjian tersebut.

"Kecuali Rusia datang kepada kami dan China datang kepada kami dan mereka semua datang kepada kami dan mereka berkata, 'Mari kita semua menjadi pintar dan jangan ada dari kita yang mengembangkan senjata itu,' tetapi jika Rusia melakukannya dan jika China melakukannya dan kita mematuhi perjanjian, itu tidak dapat diterima," kata Trump pada 2018.

Baca juga: Laporan Kongres AS Ungkap Kelemahan Signifikan Militer China
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Stasiun Kereta Bawah...
10 Stasiun Kereta Bawah Tanah Terdalam di Dunia, Apa Dibangun untuk Perlindungan saat Perang Nuklir?
China Membangun Replika...
China Membangun Replika Kapal Perang AS hingga Kantor Presiden Taiwan untuk Target Rudal
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Anak 6 Tahun Meninggal...
Anak 6 Tahun Meninggal dalam Uji Coba Rekayasa Gen di China: Bayar Rp14 Miliar, Diinfus Triliunan Virus
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar Dua Masjid di Tepi Barat, Tulis Grafiti 'Balas Dendam'
Kebijakan Perang Iran...
Kebijakan Perang Iran Trump Tak Populer, Demokrat Berpotensi Kuasai DPR dan Senat AS
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Libas Laos 4-0, Kokoh di Puncak Grup B
Pakar Hukum Tata Negara...
Pakar Hukum Tata Negara Dorong Ambang Batas Fraksi daripada Ambang Batas Parlemen
Amnesty International...
Amnesty International Desak APH Tindak Tegas Pelaku Main Hakim Sendiri di Tabanan dan Morowali
Berita Terkini
Trump Ancam Serang Gunung...
Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe dan Lokasi Lain jika Tak Ada Kesepakatan dengan Iran
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
Infografis
Jadi Target Rudal Houthi,...
Jadi Target Rudal Houthi, Kapal Induk AS Terpaksa Melarikan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved