Teroris yang Tabrak Mati Keluarga Muslim Tertawa saat Keluar dari Truk
Kamis, 10 Juni 2021 - 09:23 WIB
loading...
A
A
A
Seorang teman tersangka mengatakan kepada surat kabar bahwa tersangka tidak pernah mengatakan sesuatu yang penuh kebencian tentang kelompok mana pun sebelumnya.
“Dia Kristen dan memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan...Dia selalu cukup tenang terhadap orang lain,” ujar teman tersangka yang menolak disebutkan namanya.
Seorang rekan kerja tersangka mengatakan kepada surat kabar lokal bahwa tersangka baru-baru ini tertekan oleh kematian seorang anggota keluarganya.
“Dia tampak putus asa pada hari Jumat. Itu terakhir kali saya melihatnya," kata rekan kerja tersangka yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip The Independent, Kamis (10/6/2021).
Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut insiden itu sebagai "serangan teroris" yang ditujukan pada komunitas Muslim.
“Ini adalah serangan teroris, dimotivasi oleh kebencian, di jantung salah satu komunitas kami,” katanya kepada Parlemen setempat.
“Jika ada yang berpikir rasisme dan kebencian tidak ada di negara ini, saya ingin mengatakan ini: bagaimana kita menjelaskan kekerasan seperti itu kepada seorang anak di rumah sakit? Bagaimana kita bisa menatap mata keluarga dan mengatakan 'Islamofobia itu tidak nyata?'," katanya.
“Dia Kristen dan memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan...Dia selalu cukup tenang terhadap orang lain,” ujar teman tersangka yang menolak disebutkan namanya.
Seorang rekan kerja tersangka mengatakan kepada surat kabar lokal bahwa tersangka baru-baru ini tertekan oleh kematian seorang anggota keluarganya.
“Dia tampak putus asa pada hari Jumat. Itu terakhir kali saya melihatnya," kata rekan kerja tersangka yang tidak disebutkan namanya, seperti dikutip The Independent, Kamis (10/6/2021).
Sebelumnya, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut insiden itu sebagai "serangan teroris" yang ditujukan pada komunitas Muslim.
“Ini adalah serangan teroris, dimotivasi oleh kebencian, di jantung salah satu komunitas kami,” katanya kepada Parlemen setempat.
“Jika ada yang berpikir rasisme dan kebencian tidak ada di negara ini, saya ingin mengatakan ini: bagaimana kita menjelaskan kekerasan seperti itu kepada seorang anak di rumah sakit? Bagaimana kita bisa menatap mata keluarga dan mengatakan 'Islamofobia itu tidak nyata?'," katanya.
(min)
Lihat Juga :