Mantan Intel: Alien Suka Nuklir Kita, UFO Ganggu Kemampuan Nuklir AS

Kamis, 10 Juni 2021 - 02:12 WIB
loading...
Mantan Intel: Alien...
Ilustrasi UFO (kiri) dan rudal balistik antarbenua Minuteman III meluncur dari California pada 2 Agustus 2017. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - UFO tidak hanya nyata, mereka mampu melakukan penerbangan yang menakjubkan dan sangat tertarik untuk bermain-main dengan fasilitas nuklir Amerika Serikat (AS).

Pernyataan itu diungkapkan mantan pejabat intelijen AS Luis Elizondo yang ditugaskan menyelidiki fenomena alien dan UFO (Unidentified Flying Object).

Berbicara kepada Washington Post, mantan direktur Program Identifikasi Ancaman Dirgantara Tingkat Lanjut (AATIP) Luis Elizondo mengungkapkan UFO, atau siapa pun yang mengemudikannya, terpesona dengan energi nuklir.

Baca juga: Lavrov: Rusia Tak Punya Ambisi Superpower dan Tak Minat Jadi 'Mesias' Dunia

“Ada semacam persimpangan antara penampakan UAP atau UFO ini dan teknologi nuklir kita dengan propulsi nuklir, pembangkit listrik tenaga nuklir, atau sistem senjata nuklir," ujar Elizondo kepada Post.

Baca juga: Israel Makin Berani, Serangan Udaranya Tewaskan 11 Pejuang Suriah

Dia menambahkan, "Pengamatan yang sama telah terlihat di luar negeri di negara-negara lain.”

Baca juga: Terbongkar, Orang-orang Super Kaya AS ‘Hampir’ Tak Bayar Pajak Penghasilan

“Selain itu, UFO telah mengganggu dan benar-benar membuat offline kemampuan nuklir AS pada lebih dari satu kesempatan, dan melakukan yang sebaliknya di negara-negara lain, membuatnya online," tutur dia.

Elizondo berbicara saat Kongres bersiap menerima laporan tentang UFO atau menggunakan istilah yang disukai militer, aktivitas UAP (Unidentified Aerial Phenomena).

Laporan tersebut, yang dipesan di era pemerintahan Donald Trump tahun lalu dan disusun Pentagon, tidak akan mengkonfirmasi atau menyangkal bahwa pesawat ini adalah makhluk luar angkasa, menurut cuplikan yang diungkapkan pers pekan lalu.

AATIP dibubarkan pada 2012, dan Elizondo sebelumnya mengklaim para petinggi di militer berusaha membungkamnya ketika dia pertama kali mulai berbicara tentang UFO.

Sementara 'orang-orang yang percaya sejati' telah lama berpendapat bahwa UFO yang direkam dalam film sejak 1950-an adalah para pengunjung luar angkasa.

Adapun pihak militer telah menyangkal dengan teori lain bahwa itu sebenarnya teknologi yang sangat canggih yang dikembangkan musuh-musuh AS.

Elizondo tidak begitu yakin tentang penyangkalan pihak militer AS.

Menurut dia, “Rekaman video ada menunjukkan teknologi yang bisa berada di antara 50 hingga 1.000 tahun di depan kita. Mereka dapat mengungguli apa pun yang kita miliki dalam inventaris kita dan kita cukup yakin apa pun yang dimiliki musuh asing kita dalam inventaris mereka."

Rekaman video itu, yang diambil pilot militer, menunjukkan pesawat yang melakukan kemampuan fisika yang mustahil, mengalahkan jet supersonik, dan mengubah arah secara instan.

Pentagon telah mengakui banyak dari rekaman ini asli, dan mantan Direktur Intelijen Nasional AS John Ratcliffe menyatakan awal tahun ini bahwa pemerintah memiliki lebih banyak rekaman yang belum dipublikasikan semacam itu.

Perubahan arah yang cepat membuat Elizondo bingung. “Manusia dapat menahan gaya sekitar 9 G atau beberapa pesawat terbaik kita dapat menahan sekitar 16 G,” ujar dia.

"Hal-hal ini melakukan 300 G, 400 G, 600 G di tengah penerbangan. Selanjutnya, mereka bisa terbang dengan kecepatan hipersonik. Sementara teknologi hipersonik ada, Rusia telah meluncurkan beberapa rudal hipersonik, misalnya, pesawat ini dapat berbelok yang bahkan tidak dapat dilakukan oleh hipersonik terbaru yang dikembangkan manusia,” papar dia.

Lebih jauh lagi, UFO tampaknya memiliki kemampuan menyelubungi diri dari pengamat manusia dan beroperasi di media apa pun, baik udara, air, atau ruang hampa udara, tanpa mengurangi kinerjanya.

Bahwa seorang mantan pejabat pertahanan AS akan berbicara terus terang tentang UFO akan tampak tidak terpikirkan satu atau dua dekade yang lalu, ketika orang-orang yang percaya UFO dianggap aneh dan tidak waras.

Pemerintah AS saat itu juga tetap bungkam pada fenomena tersebut. Tapi sekarang, seolah-olah sekaligus, para pejabat dari setiap tingkat pemerintah AS telah saling menjatuhkan untuk mengungkap gagasan para pengunjung luar bumi.

Menjelang laporan Kongres tentang masalah ini, mantan Presiden Barack Obama, mantan Direktur CIA John Brennan, dan sejumlah juru bicara militer semuanya telah memberikan komentar senada, "Kami tidak tahu apa itu, tapi kami tetap berpikiran terbuka.”

Dan meskipun komentar mereka mewakili perubahan total dari keheningan masa lalu, itu bukan klaim paling aneh yang diucapkan pejabat tinggi militer di seluruh dunia.

Haim Eshed, mantan kepala divisi luar angkasa militer Israel, mengklaim akhir tahun lalu bahwa AS menandatangani kesepakatan dengan "Federasi Galaksi" alien, untuk menjaga keberadaan mereka tetap tersembunyi dan menghindari "histeria massal."

Apa pun alasan tiba-tiba mengakui kebenaran UFO di Washington, laporan yang akan datang kemungkinan besar tidak akan masuk ke wilayah fiksi ilmiah Eshed.

Sebagian besar kemungkinan akan dirahasiakan, tetapi dalam wawancara lain dengan Washington Post pekan lalu, Elizondo menyerukan rilisnya laporan itu ke publik.

“Dari mana pun teknologi ini berasal, mereka jelas jauh lebih maju daripada teknologi duniawi mana pun yang dikenal oleh dinas intelijen kita,” ungkap dia.

“Kita sangat membutuhkan alat pengumpulan ilmiah dan intelijen terbaik kita yang diterapkan untuk memahami apa yang disaksikan oleh pilot kami,” pungkas dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
Lawan Houthi, AS akan...
Lawan Houthi, AS akan Kerahkan Kapal Induk Nuklir Kedua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved