Rusia Akan Kembali Ajukan Moratorium Penyebaran Rudal di KTT Putin-Biden
Rabu, 09 Juni 2021 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
“Mengingat kurangnya kepercayaan di kedua belah pihak, kami menyarankan mengambil tindakan untuk memverifikasi moratorium semacam ini. Kami mengundang Anda untuk mengunjungi wilayah Kaliningrad untuk melihat rudal Iskander dengan mata kepala Anda sendiri dan sebagai imbalannya, kami ingin para ahli kami memilikinya kesempatan untuk mengunjungi pangkalan pertahanan udara yang sedang dibuat di Rumania dan Polandia, karena produsen peluncur Lockheed Martin secara terbuka mengiklankannya sebagai barang yang berfungsi ganda," tuturnya.
"Ini adalah proposal yang sangat adil. Amerika telah mengabaikannya karena mereka enggan untuk izinkan siapa pun masuk ke pangkalan pertahanan udara mereka," diplomat top Rusia itu menekankan.
Pada September 2019 Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengundang para pemimpin beberapa negara, termasuk anggota NATO, untuk memberlakukan moratorium penyebaran rudal jarak menengah dan pendek ke Eropa dan kawasan lain, tetapi Amerika Serikat kemudian menolak inisiatif tersebut.
Pada 26 Oktober 2020, Putin mengulangi inisiatif tersebut dan menegaskan kembali komitmen Rusia terhadap moratorium yang akan tetap berlaku selama senjata rudal kelas serupa buatan AS tidak ada di wilayah yang bersangkutan. Dia juga menentukan opsi untuk meredakan ketegangan setelah berakhirnya Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah.
Baca juga: Kesal, Putin Tuding AS Coba Menahan Perkembangan Rusia
"Ini adalah proposal yang sangat adil. Amerika telah mengabaikannya karena mereka enggan untuk izinkan siapa pun masuk ke pangkalan pertahanan udara mereka," diplomat top Rusia itu menekankan.
Pada September 2019 Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengundang para pemimpin beberapa negara, termasuk anggota NATO, untuk memberlakukan moratorium penyebaran rudal jarak menengah dan pendek ke Eropa dan kawasan lain, tetapi Amerika Serikat kemudian menolak inisiatif tersebut.
Pada 26 Oktober 2020, Putin mengulangi inisiatif tersebut dan menegaskan kembali komitmen Rusia terhadap moratorium yang akan tetap berlaku selama senjata rudal kelas serupa buatan AS tidak ada di wilayah yang bersangkutan. Dia juga menentukan opsi untuk meredakan ketegangan setelah berakhirnya Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah.
Baca juga: Kesal, Putin Tuding AS Coba Menahan Perkembangan Rusia
Lihat Juga :