9 Negara Hamburkan Rp1.027 Triliun untuk Bom Nuklir, Ini Rinciannya

Rabu, 09 Juni 2021 - 13:44 WIB
loading...
A A A
Laporan yang berjudul “Complicit: 2020 Global Nuclear Spending” menyoroti bagaimana pemerintah negara-negara tersebut semakin menyalurkan uang pajak kepada kontraktor pertahanan, yang pada gilirannya membelanjakan jumlah yang meningkat untuk pelobi yang mendorong peningkatan pengeluaran.

Lebih dari 20 perusahaan yang memproduksi senjata nuklir mendapat keuntungan dari bisnis tahun lalu melalui kontrak yang ada atau kontrak baru, dengan 11 perusahaan Barat saja meraup USD27,7 miliar dalam kontrak senjata nuklir baru atau yang dimodifikasi.

Perusahaan teratas yang mendapat untung dari kontrak semacam itu adalah Northrop Grumman, General Dynamics, Lockheed Martin, Raytheon Technologies, dan Draper.

Laporan itu mengatakan bahwa hampir setengah dari pengeluaran AS tahun lalu, USD13,7 miliar penuh, digunakan untuk Northrop Grumman untuk membangun sistem senjata nuklir yang benar-benar baru.

Perusahaan itu pada gilirannya menghabiskan USD13,3 juta untuk melobi pembuat kebijakan AS agar menghabiskan lebih banyak uang untuk pertahanan, dan USD2,0 juta lainnya mendanai kelompok think-tank utama yang meneliti dan menulis tentang senjata nuklir.

Secara keseluruhan, kata ICAN, upaya lobi perusahaan terbayar dengan baik.

Untuk setiap dollar AS yang dihabiskan tahun lalu untuk melobi pemerintah agar membelanjakan lebih banyak untuk pertahanan, USD 236 kembali ke perusahaan dalam kontrak senjata nuklir.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Richard Lee Buka Suara...
Richard Lee Buka Suara usai Jadi Tersangka, Siap Bongkar Fakta di Persidangan
Berita Terkini
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved