Rusia Tuding Kebijakan AS Picu Ketegangan di Ukraina

loading...
Rusia Tuding Kebijakan AS Picu Ketegangan di Ukraina
Rusia tuding kebijakan AS picu ketegangan di Ukraina. Foto/Ilustrasi
MOSKOW - Kebijakan tidak bertanggung jawab Amerika Serikat (AS) di Ukraina terus menciptakan ketegangan. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia , Sergey Ryabkov.

"Ini adalah elemen tak terelakkan dari upaya AS-Ukraina untuk menunjukkan tingkat saling pengertian yang tinggi. Kami melihat hal baru di sini, tidak ada yang mengubah disposisi umum," ujar Ryabkov mengomentari percakapan baru-baru ini antara AS dan para pemimpin Ukraina.

"Kebijakan AS tentang Ukraina jelas bagi kami. Kebijakan ini tidak membayangkan pengaruh apa pun di Kiev untuk memastikan setidaknya implementasi minimal dari serangkaian tindakan Minsk oleh Ukraina," imbuh Ryabkov.

"Kami berasumsi bahwa ketegangan yang dihasilkan dari kebijakan ini akan tetap ada, dan tidak masalah siapa yang bertemu kapan dan di mana di tingkat atas, esensi dari kebijakan itu harus berubah," tegas diplomat itu seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (8/6/2021).



Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden mengundang koleganya dari Ukraina Volodymyr Zelenskiy ke Washington pada Juli mendatang untuk membahas hasil sejumlah pertemuan yang akan diadakan pada Juni, terutama pertemuannya dengan pemimpin Rusia Vladimir Putin, menurut kepala Kantor Kepresidenan Ukraina.

Baca juga: Rusia Mengaku Tangkap dan Usir Agen Badan Intelijen Ukraina

Zelenskiy dan Biden mengadakan percakapan telepon pada hari Senin.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Joe Biden dari Amerika Serikat akan bertemu di Jenewa pada 16 Juni mendatang. Menurut layanan pers Kremlin, kedua pemimpin berencana untuk membahas prospek hubungan Rusia-AS, stabilitas strategis dan isu-isu global yang mendesak, termasuk memerangi pandemi virus Corona serta cara menyelesaikan konflik regional.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan bahwa Washington secara aktif berupaya meningkatkan bantuan keamanan ke Ukraina. Pernyataan ini datang di tengah masih tingginya ketegangan antara Ukraina dan Rusia.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top