Keterlaluan, Menkes Jerman Ingin Berikan Masker Rusak ke Kaum Difabel dan Tunawisma

Minggu, 06 Juni 2021 - 14:11 WIB
loading...
Keterlaluan, Menkes...
Menteri Kesehatan Jerman menuai kecaman setelah berniat ingin berikan masker rusak kepada kaum difabel dan tunawisma. Foto/Ilustrasi
A A A
BERLIN - Menteri Kesehatan (Menkes) Jerman , Jens Spahn, menuai kecaman setelah ingin mendistribusikan masker yang tidak dapat digunakan kepada tunawisma dan kaum difabel . Pengadaan masker tersebut telah menghabiskan dana USD1,2 miliar yang dikirim dari China.

Pemerintah Jerman membeli masker dari perusahaan China, Yi Cheng, pada musim semi 2020 ketika Eropa pertama kali dilanda pandemi. Regulator Uni Eropa (UE) telah memperingatkan bahwa masker yang dibuat oleh perusahaan itu memiliki kualitas filter yang buruk dan melarangnya dari pasar.

Namun demikian, Menkes Jerman Jens Spahn mengatur agar peralatan tersebut dibersihkan melalui penyedia keamanan teknis TUV Nord, majalah Der Spiegel melaporkan. Mengutip dokumen internal dan korespondensi pemerintah, laporan itu mengatakan, proses cepat yang disepakati dengan regulator perangkat medis Jerman BfArM (Institut Federal untuk Obat-obatan dan Perangkat Medis) dipersempit menjadi pemeriksaan minimum, tanpa tes suhu yang diperlukan dan simulasi penggunaan.

Baca juga: Korsel Perbolehkan Warganya Tidak Gunakan Masker Jika Sudah Divaksin

Menurut Der Spiegel, masker yang tidak dapat digunakan masih belum diizinkan untuk didistribusikan secara luas karena pengujian yang tidak memadai, dengan 301 juta di antaranya tersisa dalam stok pada akhir April 2021. Sambil mendiskusikan apa yang harus dilakukan dengan peralatan yang berpotensi rusak, Kementerian Kesehatan Jerman pada satu titik dilaporkan menyarankan mendistribusikan masker di antara penerima kesejahteraan, penyandang cacat, dan tunawisma.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Pernikahan Tragis! Ayah...
Pernikahan Tragis! Ayah Mempelai Wanita Tewas akibat Serangan Jantung setelah Ribut soal Mahar
Rekomendasi
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Mayat Ditemukan Dekat...
Mayat Ditemukan Dekat Markas Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Teror atau Kebetulan?
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Berita Terkini
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved