Serangan Barbar! KKB Serang Sebuah Desa dan Bantai 100 Orang
Minggu, 06 Juni 2021 - 07:42 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun kehadiran lebih dari 5000 tentara Prancis di Sahel, kekerasan kelompok militan justru meningkat. Dalam satu minggu di bulan April, lebih dari 50 orang tewas di Burkina Faso, termasuk dua jurnalis Spanyol dan seorang konservasionis Irlandia. Lebih dari 1 juta orang di negara itu telah mengungsi.
Ekstremis Islam semakin melancarkan serangan di Burkina Faso, terutama di wilayah yang berbatasan dengan Niger dan Mali.
Bulan lalu, orang-orang bersenjata menewaskan sedikitnya 30 orang di Burkina Faso timur dekat perbatasan dengan Niger. Tentara Burkina Faso yang tidak lengkap telah berjuang untuk menahan penyebaran ekstrimis.
Pemerintah meminta bantuan para pejuang sukarelawan tahun lalu untuk membantu tentara, tetapi keberadaan para sukarelawan telah menimbulkan aksi pembalasan oleh para ekstremis yang menargetkan mereka dan komunitas yang mereka bantu.
Mali juga sedang mengalami krisis politik yang menyebabkan dihentikannya dukungan internasional.
Prancis mengatakan akan menghentikan operasi militer bersama dengan pasukan Mali sampai junta negara Afrika Barat itu memenuhi tuntutan internasional untuk memulihkan pemerintahan sipil.
Ekstremis Islam semakin melancarkan serangan di Burkina Faso, terutama di wilayah yang berbatasan dengan Niger dan Mali.
Bulan lalu, orang-orang bersenjata menewaskan sedikitnya 30 orang di Burkina Faso timur dekat perbatasan dengan Niger. Tentara Burkina Faso yang tidak lengkap telah berjuang untuk menahan penyebaran ekstrimis.
Pemerintah meminta bantuan para pejuang sukarelawan tahun lalu untuk membantu tentara, tetapi keberadaan para sukarelawan telah menimbulkan aksi pembalasan oleh para ekstremis yang menargetkan mereka dan komunitas yang mereka bantu.
Mali juga sedang mengalami krisis politik yang menyebabkan dihentikannya dukungan internasional.
Prancis mengatakan akan menghentikan operasi militer bersama dengan pasukan Mali sampai junta negara Afrika Barat itu memenuhi tuntutan internasional untuk memulihkan pemerintahan sipil.
(ian)
Lihat Juga :