23 Warga Sipil Tewas di Tangan Militer AS Sepanjang 2020

Kamis, 03 Juni 2021 - 07:36 WIB
loading...
A A A
"Namun, kami tetap khawatir bahwa perkiraan DoD tentang kerugian sipil sekali lagi jatuh jauh di bawah perkiraan publik yang kredibel, dan meminta para pejabat untuk meninjau kembali mengapa penghitungan kecil seperti itu tetap biasa terjadi," kata Woods dalam sebuah pernyataan menggunakan akronim dari Departemen Pertahanan AS.

"Warga sipil pasti pantas mendapatkan yang lebih baik," imbuhnya.

Laporan itu sendiri, yang dikeluarkan setiap tahun, mengakui bahwa ada lebih banyak klaim orang tak bersalah yang terbunuh daripada yang dianggap kredibel oleh militer sendiri.

Baca juga: Taliban Peringatkan Negara Tetangga Afghanistan Agar Tak Tampung Tentara AS

Di Afghanistan, menurut laporan itu, militer AS menerima 165 laporan korban sipil terkait operasi pada tahun 2020. Dari jumlah tersebut, tujuh dianggap sah, yang mengakibatkan sekitar 20 kematian warga sipil dan lima cedera.

Airwars, sebaliknya, memperkirakan bahwa setidaknya 89 warga sipil tewas dan 31 lainnya terluka.

Seringkali dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi AS untuk mengakui jatuhnya korban sipil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Infografis
Perbandingan Pangkalan...
Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved