23 Warga Sipil Tewas di Tangan Militer AS Sepanjang 2020
Kamis, 03 Juni 2021 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Pada November 2020, juru bicara Komando Pusat AS mengatakan kepada Insider bahwa tinjauan internal menemukan dua warga sipil memang terluka akibat serangan udara di Yaman yang terjadi sekitar tiga tahun sebelumnya.
Di Somalia, AS juga mengakui tahun lalu membunuh dua warga sipil dalam serangan udara Februari 2019 setelah bersikeras selama berbulan-bulan bahwa para korban adalah "teroris."
Baca juga: Penarikan Pasukan Adalah 'Kekalahan Strategis' AS di Afghanistan
Laporan terbaru itu sendiri mencatat bahwa 65 warga sipil tambahan tewas antara 2017 dan 2019, dengan 22 lainnya terluka, di luar jumlah yang dilaporkan sebelumnya.
Hina Shamsi, direktur Proyek Keamanan Nasional ACLU, menuduh pemerintahan Biden menutupi jumlah korban penuh dari operasi militer AS.
"Perhitungan resmi yang sangat tidak memadai untuk biaya dan konsekuensi dari tindakan mematikan Amerika Serikat di luar negeri mencegah pengawasan dan akuntabilitas publik yang berarti atas kematian yang salah dan kebijakan perang abadi," kata Shamsi.
"Korban sipil, keluarga mereka, dan masyarakat Amerika layak mendapatkan yang jauh lebih baik dari ini," tukasnya.
Di Somalia, AS juga mengakui tahun lalu membunuh dua warga sipil dalam serangan udara Februari 2019 setelah bersikeras selama berbulan-bulan bahwa para korban adalah "teroris."
Baca juga: Penarikan Pasukan Adalah 'Kekalahan Strategis' AS di Afghanistan
Laporan terbaru itu sendiri mencatat bahwa 65 warga sipil tambahan tewas antara 2017 dan 2019, dengan 22 lainnya terluka, di luar jumlah yang dilaporkan sebelumnya.
Hina Shamsi, direktur Proyek Keamanan Nasional ACLU, menuduh pemerintahan Biden menutupi jumlah korban penuh dari operasi militer AS.
"Perhitungan resmi yang sangat tidak memadai untuk biaya dan konsekuensi dari tindakan mematikan Amerika Serikat di luar negeri mencegah pengawasan dan akuntabilitas publik yang berarti atas kematian yang salah dan kebijakan perang abadi," kata Shamsi.
"Korban sipil, keluarga mereka, dan masyarakat Amerika layak mendapatkan yang jauh lebih baik dari ini," tukasnya.
(ian)
Lihat Juga :