Media China: Negara Harus Siap Perang Nuklir dengan AS

Rabu, 02 Juni 2021 - 07:57 WIB
loading...
Media China: Negara...
Media China mengatakan negaranya harus siap perang nuklir dengan AS. Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - Editor surat kabar yang dikelola pemerintah China , Global Times, Hu Xijin, meanggap peningkatan program nuklir Beijing sebagai hal yang vital untuk "pencegahan strategis" negara itu terhadap Amerika Serikat (AS).

Protes di Hong Kong, Taiwan, pandemi COVID-19 dan tuduhan China terlibat dalam genosida terhadap Muslim Uighur membuat hubungan dengan AS semakin memanas. Dengan Beijing sebagai salah satu perhatian utama Amerika, Presiden Joe Biden telah berusaha untuk memberikan nada tegas, sementara China melihat banyak tindakan dan komentar Amerika sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya.

Retorika dan manuver militer yang semakin konfrontatif yang keluar dari kedua negara telah menimbulkan kekhawatiran tentang potensi perang.

"Kita harus siap untuk pertarungan sengit antara China dan AS," tulis Hu dalam editorialnya untuk Global Times.

Baca juga: Selidiki Asal Usul COVID-19, China Ingatkan AS Dapat Bernasib Seperti Napoleon

"Jumlah hulu ledak nuklir China harus mencapai jumlah yang membuat elit AS menggigil jika mereka menerima gagasan untuk terlibat dalam konfrontasi militer dengan China," imbuhnya seperti dikutip dari Newsweek, Rabu (2/6/2021).

Hu bahkan menganjurkan untuk secara cepat meningkatkan jumlah hulu ledak nuklir DF-41, rudal balistik antarbenua, dan rudal strategis yang memiliki kemampuan jarak jauh.

Dalam opininya, Hu menulis bahwa membangun persenjataan nuklir China adalah penting karena pertahanan strategis Amerika terhadap China menjadi semakin intensif.

"Memiliki penumpukan militer itu adalah batu penjuru pencegahan strategis China terhadap AS," menurut Hu.

Baca juga: Biden pada Militer AS: Xi Jinping Percaya China Akan Miliki Amerika dalam 10 Tahun

Ia kemudian memposting komentar yang sama di Weibo, platform media sosial buatan China.

China dan AS telah terlibat perdebatan tentang berbagai masalah, termasuk pandemi COVID-19. Tulisan Hu datang satu hari setelah Joe Biden mengumumkan dia menginstruksikan Komunitas Intelijen untuk "menggandakan" upaya mereka mengidentifikasi asal usul COVID-19, termasuk membuat daftar pertanyaan yang harus dijawab China.

Komunitas Intelijen AS tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa COVID-19 berasal dari laboratorium, sebuah gagasan yang ditolak keras oleh China sebagai motivasi politik dan anti-sains. Para pejabat China juga berusaha untuk mengalihkan kesalahan ke Fort Detrick Amerika Serikat , dengan tidak mengutip bukti, dan menuduh Biden memicu konfrontasi serta menabur perpecahan dengan penyelidikan intelijen.

Baca juga: Teori Kebocoran Laboratorium Mencuat, Biden Perintahkan Penyelidikan Asal Virus

Sebelum Biden memicu kemarahan China atas dorongannya untuk penyelidikan tentang asal usul virus Corona baru, ketegangan meningkat di atas kapal perang Amerika yang berlayar melalui Selat Taiwan. Militer Amerika menyatakan bahwa transit kapal itu sejalan dengan tatanan internasional dan menunjukkan komitmen Washington terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. China, bagaimanapun, melihatnya sebagai ancaman terhadap kendalinya atas Taiwan dan menuduh AS membahayakan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved