16 Jet Tempur China Terobos Wilayah Malaysia, Dubes Tiongkok Dipanggil

Rabu, 02 Juni 2021 - 05:06 WIB
loading...
16 Jet Tempur China...
Pesawat militer China Ilyushin Il-76 terlihat di wilayah udara Zona Maritim Malaysia di Kota Kinabalu, Malaysia pada 30 Mei 2021. Foto/epa efe
A A A
KUALA LUMPUR - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Malaysia memanggil Duta Besar (Dubes) China untuk menjelaskan "penyusupan" oleh 16 jet tempur angkatan udara China ke wilayah udara Malaysia.

Pemanggilan dilakukan setelah militer Malaysia mendeteksi aktivitas "mencurigakan" di Laut China Selatan.

Angkatan Udara Malaysia mengatakan pihaknya mengejar 16 jet tempur itu pada Senin untuk melakukan konfirmasi visual setelah jet-jet tempur China itu terbang dalam jarak 60 mil laut dari negara bagian Sarawak, Borneo Malaysia.



“Insiden itu sebagai ancaman serius bagi kedaulatan nasional dan keselamatan penerbangan," ungkap pernyataan Angkatan Udara Malaysia.

Baca juga: WHO Setujui Vaksin COVID Sinovac, Vaksin Kedua Buatan China yang Diakui

“Pesawat-pesawat China tidak menghubungi kontrol lalu lintas udara regional meskipun telah diinstruksikan beberapa kali,” papar Angkatan Udara Malaysia.

Baca juga: COVID-19 Belum Hilang, Flu Burung H10N3 Menginfeksi Manusia di China

Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan pemerintah akan mengeluarkan nota protes diplomatik dan meminta duta besar China untuk Malaysia menjelaskan "pelanggaran wilayah udara dan kedaulatan Malaysia".

Baca juga: Polisi Israel Tabrak Bocah Yerusalem karena Pasang Bendera Palestina di Sepeda

"Sikap Malaysia jelas. Memiliki hubungan diplomatik yang bersahabat dengan negara mana pun tidak berarti bahwa kami akan berkompromi dengan keamanan nasional kami," ungkap Hishammuddin dalam pernyataan.

Kedutaan Besar China sebelumnya mengatakan pesawat-pesawat itu melakukan pelatihan penerbangan rutin dan "menaati secara ketat" hukum internasional tanpa melanggar wilayah udara negara lain.

"China dan Malaysia adalah tetangga yang bersahabat, dan China bersedia melanjutkan konsultasi persahabatan bilateral dengan Malaysia untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional," papar juru bicara Kedutaan Besar China.

China telah mendorong klaim ekspansif atas Laut China Selatan, yang menjadi jalur kapal perdagangan senilai sekitar USD3 triliun setiap tahun. Beijing juga telah membangun fasilitas militer di pulau-pulau buatan.

Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga memiliki klaim atas berbagai pulau dan fitur di daerah tersebut.

Penjaga pantai China secara rutin memperingatkan kapal dan pesawat asing untuk meninggalkan apa yang disebut wilayahnya.

Angkatan Udara Malaysia mengatakan pesawat-pesawat China yang terdiri dari pengangkut strategis Ilyushin il-76 dan Xian Y-20, melakukan penerbangan dalam formasi taktis "in-trail" di antara ketinggian 23.000 dan 27.000 kaki.

Tahun lalu, satu kapal survei China selama sebulan bersitegang dengan kapal eksplorasi minyak Malaysia di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Malaysia.

Langkah Malaysia itu setelah muncul protes diplomatik serupa selama berbulan-bulan oleh Filipina atas kehadiran ratusan kapal penangkap ikan China di ZEE-nya.

Filipina menyatakan kapal-kapal nelayan China itu mengabaikan protes Manila.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved