WHO Setujui Vaksin COVID Sinovac, Vaksin Kedua Buatan China yang Diakui
Selasa, 01 Juni 2021 - 23:04 WIB
loading...
A
A
A
Kelompok penasihat teknis WHO, yang mulai bertemu pada 5 Mei, mengambil keputusan setelah meninjau data klinis terbaru tentang keamanan dan kemanjuran vaksin Sinovac serta praktik manufaktur perusahaan.
Bermerek CoronaVac di beberapa wilayah, ini adalah vaksin kedua yang dikembangkan China yang memenangkan daftar WHO untuk memerangi COVID-19, setelah persetujuan 7 Mei dari suntikan yang dikembangkan Sinopharm yang didukung negara.
Vaksin China ketiga, yang diproduksi CanSino Biologics telah mengirimkan data uji klinis, tetapi belum ada tinjauan WHO yang dijadwalkan.
Sinovac mengatakan mereka telah memasok lebih dari 600 juta dosis vaksinnya di dalam dan luar negeri pada akhir Mei dan lebih dari 430 juta dosis telah diberikan.
“Hasil kemanjuran vaksin menunjukkan vaksin mencegah gejala penyakit pada 51% dari mereka yang divaksinasi dan mencegah COVID-19 parah dan rawat inap pada 100% populasi yang diteliti,” ungkap WHO.
Kelompok Penasihat Strategis (SAGE) yang terpisah dari WHO telah mengatakan sebelumnya dalam dokumen tinjauan bahwa kemanjuran vaksin dalam uji klinis Fase III multi-negara berkisar antara 51% hingga 84%.
Bermerek CoronaVac di beberapa wilayah, ini adalah vaksin kedua yang dikembangkan China yang memenangkan daftar WHO untuk memerangi COVID-19, setelah persetujuan 7 Mei dari suntikan yang dikembangkan Sinopharm yang didukung negara.
Vaksin China ketiga, yang diproduksi CanSino Biologics telah mengirimkan data uji klinis, tetapi belum ada tinjauan WHO yang dijadwalkan.
Sinovac mengatakan mereka telah memasok lebih dari 600 juta dosis vaksinnya di dalam dan luar negeri pada akhir Mei dan lebih dari 430 juta dosis telah diberikan.
“Hasil kemanjuran vaksin menunjukkan vaksin mencegah gejala penyakit pada 51% dari mereka yang divaksinasi dan mencegah COVID-19 parah dan rawat inap pada 100% populasi yang diteliti,” ungkap WHO.
Kelompok Penasihat Strategis (SAGE) yang terpisah dari WHO telah mengatakan sebelumnya dalam dokumen tinjauan bahwa kemanjuran vaksin dalam uji klinis Fase III multi-negara berkisar antara 51% hingga 84%.
Lihat Juga :