Kapal Perang AS Gagal Cegat Rudal saat Kapal Mata-mata Rusia Mendekat?

Senin, 31 Mei 2021 - 13:48 WIB
loading...
Kapal Perang AS Gagal...
Sebuah kapal perang AS menembakkan sebuah rudal SM-6 dalam uji coba. Foto/MDA
A A A
WASHINGTON - Kegagalan kapal perang Amerika Serikat (AS) mencegat rudal balistik jarak menengah dalam uji coba terjadi saat kapal mata-mata Rusia diduga mendekati wilayah Amerika di Hawaii.

Badan Pertahanan Rudal (MDA) Amerika Serikat (AS) menolak mengungkap lokasi intersepsi rudal yang gagal itu. Namun, media lokal; Maui Now, mengutip pejabat MDA, melaporkan bahwa uji coba pada hari Sabtu pekan lalu itu terjadi di suatu tempat di barat laut Hawaii.

Baca juga: Kapal Perang AS Gagal Cegat Rudal Balistik Jarak Menengah

MDA mengatakan bahwa sebuah kapal perang tipe Aegis menembakkan dua misil pencegat SM-6, tetapi gagal mencapai target rudal balistik jarak menengah dalam uji coba.

"Tujuan dari tes tersebut adalah untuk mendemonstrasikan kemampuan sebuah kapal Aegis yang dikonfigurasi dengan pertahanan rudal balistik (BMD) untuk mendeteksi, melacak, menyerang dan mencegat target rudal balistik jarak menengah," kata MDA dalam sebuah pernyataan singkat.

"Namun, intersepsi tidak tercapai," lanjut MDA, seperti dikutip Reuters.

Pejabat AS sekarang melakukan tinjauan ekstensif untuk menentukan penyebab masalah yang mungkin menggagalkan intersepsi misil yang gagal tersebut.

Tujuan dari tes tersebut adalah untuk mencegat target dengan salvo dua rudal SM-6 Dual II. MDA mengatakan tes tersebut, yang dijuluki Flight Test Aegis Weapon System 31 Event 1, dilakukan pada 29 Mei bekerja sama dengan Angkatan Laut AS.

Pentagon tidak merinci nama kapal perang tipe Aegis yang terlibat atau wilayah pasti tempat tes itu dilakukan. Namun, media lokal di Hawaii melaporkan bahwa tes misil itu terjadi di suatu tempat di barat laut Hawaii.

Sedangkan beberapa laporan media Amerika mengatakan sebuah kapal pengintai Rusia telah terlihat di lepas pantai Hawaii sejak Selasa pekan lalu, tepat di luar perairan teritorial AS. Kapal itu dilaporkan masih di perairan tersebut ketika kapal perang Amerika melakukan uji coba intersepsi misil yang berakhir dengan kegagalan.

"Armada Pasifik AS mengetahui kapal Rusia yang beroperasi di perairan internasional di sekitar Hawaii dan akan terus melacaknya selama waktunya di sini," kata juru bicara Armada Pasifik AS Kapten John Gay dalam sebuah pernyataan kepada USNI News.

Menurut USNI News, kapal Rusia beroperasi di barat pulau Kauai, yang merupakan rumah bagi Pacific Missile Range Facility Barking Sands-area tes rudal terbesar AS.

Baca juga: Kubu Oposisi Israel Bersatu Ingin Gulingkan Netanyahu

Media lokal Hawaii, Honolulu Star-Advertiser, bahkan mengeklaim bahwa kehadiran kapal Rusia tersebut diduga telah menunda salah satu tes MDA, meskipun tuduhan tersebut sulit untuk diverifikasi karena Pentagon jarang mempublikasikan tesnya terlebih dahulu.

Militer AS mengatakan kapal Rusia itu dilacak oleh beberapa pesawat maritim dan kapal patroli permukaan setiap saat, dan beroperasi sepenuhnya dalam batas-batas hukum internasional, sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi navigasi.

Sementara pejabat AS tidak menyebutkan nama kapal Moskow tersebut, namun laporan media dan sumber intelijen mengidentifikasi sebagai kapal mata-mata kelas Meridian.

Kementerian Pertahanan Rusia tidak mengomentari dugaan operasi kapal mata-mata Moskow di dekat Hawaii, dan tidak juga berkomentar apakah kapal itu masih berada di daerah tersebut selama uji coba rudal AS yang gagal.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
IHSG Babak Belur Jelang...
IHSG Babak Belur Jelang Akhir Pekan, Sesi Siang Ditutup Ambruk 2,73% ke 5.835
Berita Terkini
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved