Ketegangan dengan Rusia Memanas, NATO Gelar Latihan Perang Besar-besaran
Sabtu, 29 Mei 2021 - 02:19 WIB
loading...
A
A
A
Kapal tersebut, HMS Queen Elizabeth, merupakan kebanggaan Angkatan Laut Inggris. Ia melakukan pelayaran perdananya dan membawa 18 jet F-35: penyebaran pertama dari begitu banyak pesawat generasi ke-5 di atas kapal induk.
Baca juga: Rusia Akan Uji Peluncuran Rudal Setan 2, Misil yang Bisa Lenyapkan Seluruh Inggris
Kehadiran kapal itu, bagian dari penyebaran 6-7 bulan yang akan membawanya ke selatan melewati India, melalui Asia Tenggara hingga Laut Filipina, sebagian bertujuan untuk memulihkan citra Inggris yang ternoda sebagai kekuatan utama global sejak meninggalkan Uni Eropa.
Dihiasi dengan jet-jet AS berteknologi tinggi dan diapit oleh kapal perang dari negara-negara NATO lainnya, kelompok penyerang kapal induk itu juga berdiri sebagai simbol persatuan yang penting karena organisasi keamanan terbesar di dunia tersebut mencoba untuk pulih dari empat tahun penuh gejolak di bawah pemerintahan Trump.
Stoltenberg akan memimpin KTT NATO di Brussel pada 14 Juni dengan Presiden AS saat ini Joe Biden dan rekan-rekannya ingin mengantarkan era baru kerja sama trans-Atlantik, karena pasukan meninggalkan misi terlama di Afghanistan sementara ketegangan dengan Rusia, dan China, semakin meningkat.
NATO mengatakan kebijakannya terhadap Rusia didasarkan pada dua pilar: pencegahan militer yang kuat dan dialog. Tetapi pertemuan tingkat tinggi antara dua musuh bersejarah itu jarang terjadi, dan para pejabat Eropa bersikeras bahwa Presiden Vladimir Putin semakin otoriter dan menjauhkan diri dari Barat.
Baca juga: Rusia Tembakkan Rudal Pembunuh Kapal Induk, Isyarat untuk NATO
“Kami siap untuk duduk bersama Rusia, karena menurut kami penting untuk berbicara, terutama ketika masa-masa sulit,” kata Stoltenberg.
Baca juga: Rusia Akan Uji Peluncuran Rudal Setan 2, Misil yang Bisa Lenyapkan Seluruh Inggris
Kehadiran kapal itu, bagian dari penyebaran 6-7 bulan yang akan membawanya ke selatan melewati India, melalui Asia Tenggara hingga Laut Filipina, sebagian bertujuan untuk memulihkan citra Inggris yang ternoda sebagai kekuatan utama global sejak meninggalkan Uni Eropa.
Dihiasi dengan jet-jet AS berteknologi tinggi dan diapit oleh kapal perang dari negara-negara NATO lainnya, kelompok penyerang kapal induk itu juga berdiri sebagai simbol persatuan yang penting karena organisasi keamanan terbesar di dunia tersebut mencoba untuk pulih dari empat tahun penuh gejolak di bawah pemerintahan Trump.
Stoltenberg akan memimpin KTT NATO di Brussel pada 14 Juni dengan Presiden AS saat ini Joe Biden dan rekan-rekannya ingin mengantarkan era baru kerja sama trans-Atlantik, karena pasukan meninggalkan misi terlama di Afghanistan sementara ketegangan dengan Rusia, dan China, semakin meningkat.
NATO mengatakan kebijakannya terhadap Rusia didasarkan pada dua pilar: pencegahan militer yang kuat dan dialog. Tetapi pertemuan tingkat tinggi antara dua musuh bersejarah itu jarang terjadi, dan para pejabat Eropa bersikeras bahwa Presiden Vladimir Putin semakin otoriter dan menjauhkan diri dari Barat.
Baca juga: Rusia Tembakkan Rudal Pembunuh Kapal Induk, Isyarat untuk NATO
“Kami siap untuk duduk bersama Rusia, karena menurut kami penting untuk berbicara, terutama ketika masa-masa sulit,” kata Stoltenberg.
Lihat Juga :