Rusia Usir Kapal Perang Inggris dari Perairan Dekat Crimea

Jum'at, 28 Mei 2021 - 08:50 WIB
loading...
Rusia Usir Kapal Perang...
Kapal perang HMS Dragon milik Inggris. Kapal ini diusir militer Rusia dari perairan di dekat Crimea. Foto/Briz
A A A
MOSKOW - Seorang pejabat keamanan Rusia mengungkap bahwa militer Moskow mengusir sebuah kapal perang Inggris dari perairan di dekat Crimea. Pengusiran ini terjadi Oktober lalu, namun baru diungkap kemarin.

Kapal perang HMS Dragon milik Kerajaan Inggris diusir oleh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Moskow setelah kapal tersebut memasuki perairan teritorial Rusia di dekat Crimea.

Baca juga: PBB Selidiki Kejahatan Perang Israel di Gaza, Netanyahu Marah

Rusia menganeksasi semenanjung Laut Hitam Crimea dari Ukraina pada 2014, memicu sanksi dan kecaman dari Barat. Kieb ingin wilayah itu kembali ke pangkuannya.

Vladimir Kulishov, wakil kepala pertama dinas keamanan FSB, mengatakan pada hari Kamis bahwa Rusia telah memberi tahu kapal perang itu agar tidak memasuki perairannya. Namun, kapal itu justru melintasi wilayah perbatasan pada 13 Oktober di dekat Crimea selatan.

Dia mengatakan HMS Dragon, yang dijelaskan oleh Angkatan Laut Inggris sebagai penghancur pertahanan udara, telah menggunakan hak "innocent passage".

"Innocent passage" adalah konsep jalur perairan yang memungkinkan kapal untuk transit di perairan teritorial negara pantai asing dengan cara yang tidak merugikan kedamaian, ketertiban atau keamanan mereka.

Kulishov mengatakan kepada kantor berita RIA bahwa Moskow telah meminta kapal tersebut segera meninggalkan perairannya, dan kapten kapal perang menjawab bahwa penerimaan sinyal buruk.

"Kapal perang itu diusir ke perairan netral oleh aksi bersama Angkatan Laut dan Angkatan Udara Rusia," kata Kulishov.

Baca juga: Pemimpin Hamas Lebih Suka Mati Dibom F-16 Israel daripada Dibunuh COVID-19

Kementerian Pertahanan Inggris belum bersedia berkomentar atas klaim Kulishov.

Insiden itu terjadi ketika hubungan Rusia dengan Inggris dan sekutu Barat-nya—termasuk Amerika Serikat—memburuk di posisi terendah pasca-Perang Dingin di tengah ketegangan atas berbagai masalah termasuk krisis Ukraina, krisis Kutub Utara, perlakuan Rusia terhadap tokoh oposisi yang dipenjara; Alexey Navalny, dan tuduhan cybermalfeasance.

Pada hari Selasa, AS dan Rusia mengumumkan Presiden Joe Biden dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin akan mengadakan pertemuan puncak yang telah lama dinantikan di Jenewa, Swiss, bulan depan.

Pertemuan 16 Juni akan menjadi yang pertama antara kedua pemimpin sejak Biden menjabat sebagai presiden AS pada Januari.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Berita Terkini
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved