Pria China Nyamar Wanita Cantik dan Ajak Chat Telanjang untuk Peras Korbannya

Sabtu, 22 Mei 2021 - 11:01 WIB
loading...
Pria China Nyamar Wanita...
Pria China menyamar jadi wanita cantik dan ajak pria lain chat telanjang via webcam, yang direkam untuk jadi alat pemerasan. Foto/South China Morning Post
A A A
BEIJING - Para pria penipu di China telah mengumpulkan uang lebih dari USD2,8 juta dari pria lain yang dia peras. Para penipu itu menyamar jadi wanita cantik dan mengajak chat telanjang via webcam dan rekamannya dijadikan alat untuk memeras lawan chatnya.

Para penipu atau scammer beraksi menggunakan topeng wajah, kulit palsu, rambut palsu dan payudara palsu. Mereka menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk "merawat" klien mereka sebelum mengundang mereka ke obrolan pribadi dan kemudian diam-diam merekam mereka saat telanjang untuk dijadikan alat pemerasan.

Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG

Polisi China, seperti dikutip The Sun pada Sabtu (22/5/2021), dengan senang hati mem-posting beberapa video di jejaring sosial Weibo yang mengungkapkan teknik yang digunakan para scammer untuk mengelabui para korbannya.

Tujuan polisi itu untuk memperingatkan orang-orang agar menghindari penipuan via webcam.
Pria China Nyamar Wanita Cantik dan Ajak Chat Telanjang untuk Peras Korbannya

Dalam video peringatan yang diunggah polisi, para penipu mendemonstrasikan cara mereka melepaskan payudara palsu dari tubuh mereka untuk memperlihatkan dada mereka yang memang pria tulen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved