Kata-kata Terakhir Pilot sebelum Pesawat PIA dengan 98 Orang Jatuh

Sabtu, 23 Mei 2020 - 08:27 WIB
loading...
Kata-kata Terakhir Pilot...
Petugas penyelamat berkumpul di lokasi kecelakaan pesawat Airbus 320 Pakistan International Airlines (PIA) di area perumahan dekat bandara di Karachi, Pakistan, 22 Mei 2020. Foto/REUTERS/Akhtar Soomro
A A A
KARACHI - Pesawat Airbus 320 milik Pakistan International Airlines (PIA) yang membawa 98 orang jatuh dan memicu ledakan di Karachi Selatan, Jumat. Pilot pesawat menyampaikan kata-kata terakhir kepada petugas menara pengawas lalu lintas udara yang menggambarkan dua mesin pesawat telah kehilangan daya.

PIA terbang dari Bandara Lahore dan sekitar 90 menit kemudian jatuh di Karachi Selatan ketika berusaha mendarat. Pesawat menghantam beberapa rumah dan menewaskan beberapa orang di darat. Beberapa mobil di darat juga ikut ludes terbakar.

Rekaman percakapan pilot dengan petugas menara pengawas lalu lintas udara menunjukkan sang pilot dengan tenang memberi tahu bahwa dua mesin pesawat telah kehilangan daya.(Baca: Angkut 107 Orang, Pesawat Pakistan International Airlines Jatuh di Karachi )

"Kami akan kembali, Pak, kami kehilangan mesin," lapor pilot kepada petugas menara dalam rekaman yang telah dilansir media-media lokal. Identitas pilot belum diungkap oleh pihak berwenang.

Beberapa video jatuhnya pesawat PIA telah dilansir sejumlah media lokal. Salah satunya menggambarkan lokasi kejadian seperti medan perang, di mana bangunan hancur dan asap hitam tebal membumbung ke langit. Data sementara, 42 jasad ditemukan dalam tragedi ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Kecelakaan Maut Minibus...
Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Berita Terkini
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Infografis
Houthi Tembak Jatuh...
Houthi Tembak Jatuh Drone AS dengan Rudal Buatan Lokal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved