PNG Selidiki Batalion Sepik, Kelompok yang Siap Perang dengan Indonesia
Selasa, 11 Mei 2021 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
"Video ini (video Batalion Sepik) sendiri menggambarkan potensi kelompok kriminal transnasional—jika mereka akan direkrut dan dilatih di dalam negeri untuk menggelar apa pun ambisi mereka di negara bagian lain.”
Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG
Kelompok Batalion Sepik diduga berada di wilayah Sepik. Dalam videonya, kelompok itu berbicara dalam bahasa Inggris dengan menyatakan siap perang melawan tentara Indonesia di Papua Barat.
Departemen Luar Negeri PNG menegaskan bahwa tindakan kelompok itu merupakan "aksi makar".
"Ini adalah tindakan pengkhianatan, untuk alasan apa pun; tidak boleh ada tentara lain selain PNG Defense Force (Pasukan Pertahanan PNG)," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.
"Selanjutnya, tindakan subversif lintas batas yang dilakukan oleh warga negara RI (Republik Indonesia) atau PNG terhadap kedua kedaulatan tersebut merupakan tindakan agresi," sambung Departemen Luar Negeri PNG.
"Papua Nugini telah mengambil langkah untuk menyelidiki dugaan tindakan pembentukan tentara ilegal dan akan menangkap mereka yang diduga terlibat.”
Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG
Kelompok Batalion Sepik diduga berada di wilayah Sepik. Dalam videonya, kelompok itu berbicara dalam bahasa Inggris dengan menyatakan siap perang melawan tentara Indonesia di Papua Barat.
Departemen Luar Negeri PNG menegaskan bahwa tindakan kelompok itu merupakan "aksi makar".
"Ini adalah tindakan pengkhianatan, untuk alasan apa pun; tidak boleh ada tentara lain selain PNG Defense Force (Pasukan Pertahanan PNG)," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.
"Selanjutnya, tindakan subversif lintas batas yang dilakukan oleh warga negara RI (Republik Indonesia) atau PNG terhadap kedua kedaulatan tersebut merupakan tindakan agresi," sambung Departemen Luar Negeri PNG.
"Papua Nugini telah mengambil langkah untuk menyelidiki dugaan tindakan pembentukan tentara ilegal dan akan menangkap mereka yang diduga terlibat.”
(min)
Lihat Juga :