Darurat COVID Spanyol Berakhir, Jalan Dipenuhi Orang Pesta dan Ciuman
Senin, 10 Mei 2021 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
Video media sosial dari kelompok besar yang tidak terlalu memperhatikan jarak menuai kritik dari beberapa orang pada hari Minggu.
"Kebebasan tidak termasuk melanggar aturan," kata wali kota konservatif Madrid, Jose Luis Martinez-Almeida, yang menekankan bahwa pertemuan untuk minum di jalan, yang dikenal sebagai "botellones", dilarang.
Selama pandemi COVID-19 Spanyol telah menderita 78.792 kematian akibat virus corona SARS-CoV-2 dan mencatat ada 3,6 juta kasus COVID-19.
Baca juga: Ikut Campur Papua Barat, Batalion di PNG Siap Perang dengan Indonesia
Tetapi tingkat infeksi telah menurun dan vaksinasi berkembang pesat, memungkinkan sebagian besar dari 17 wilayahnya untuk membatalkan jam malam.
Hanya empat wilayah yang mempertahankan penerapan jam malam; Kepulauan Balearic, Kepulauan Canary, Navarra, dan Valencia.
Meski jam malam dicabut di sebagian besar wilayah Spanyol, namun jam buka bar dan restoran tetap dibatasi. Hal itu memaksa orang-orang turun ke jalan.
"Kebebasan tidak termasuk melanggar aturan," kata wali kota konservatif Madrid, Jose Luis Martinez-Almeida, yang menekankan bahwa pertemuan untuk minum di jalan, yang dikenal sebagai "botellones", dilarang.
Selama pandemi COVID-19 Spanyol telah menderita 78.792 kematian akibat virus corona SARS-CoV-2 dan mencatat ada 3,6 juta kasus COVID-19.
Baca juga: Ikut Campur Papua Barat, Batalion di PNG Siap Perang dengan Indonesia
Tetapi tingkat infeksi telah menurun dan vaksinasi berkembang pesat, memungkinkan sebagian besar dari 17 wilayahnya untuk membatalkan jam malam.
Hanya empat wilayah yang mempertahankan penerapan jam malam; Kepulauan Balearic, Kepulauan Canary, Navarra, dan Valencia.
Meski jam malam dicabut di sebagian besar wilayah Spanyol, namun jam buka bar dan restoran tetap dibatasi. Hal itu memaksa orang-orang turun ke jalan.
(min)
Lihat Juga :