Tegang, Militer China Disarankan Membom Australia

loading...
Tegang, Militer China Disarankan Membom Australia
Rudal balistik antarbenua Dongfeng-41 China. Foto/Yomiuri Shimbun/Koki Kataoka/via REUTERS
BEIJING - Militer China disarankan untuk membom Australia dengan serangan jarak jauh. Saran provokatif di tengah ketegangan kedua negara yang memanas ini disuarakan corong Partai Komunis China, The Global Times.

Pemimpin redaksi surat kabar tersebut, Hu Xijin, membuat komentar luar biasa dalam sebuah editorial yang menasihati Beijing bagaimana seharusnya bereaksi jika Australia bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dalam melindungi Taiwan yang demokratis dari invasi.

Baca juga: Indonesia Kerahkan 'Pasukan Setan', Benny Wenda 'Merengek' pada Dunia



"Australia harus tahu bencana apa yang akan ditimbulkannya bagi negara mereka," katanya dalam artikel tub-thumping yang diterbitkan Jumat malam pekan lalu.

Beijing telah lama bersikeras bahwa Taiwan harus bersatu dengan Republik Rakyat China (RRC), baik karena pilihan atau pun paksaan. Ini juga telah menjadi seruan Presiden RRC Xi Jinping.

Padahal Taiwan tidak pernah berada di bawah rezim pemerintahan Komunis China. Pulau itu adalah tempat pemerintah China saat melarikan diri pada tahun 1949 ketika kubu Komunis mengambil kendali di daratan China.

Sekarang Taiwan menjadi negara demokratis dengan banyak penduduk melihat diri mereka sebagai orang Taiwan daripada China.

AS tidak berkewajiban untuk membela Taiwan, meskipun kebijakan "ambiguitas strategis" atas Taiwan berarti ia berhak melakukannya. Jika AS melakukan intervensi, kemungkinan besar Australia akan dipanggil untuk membantu dalam beberapa cara.

Dalam beberapa bulan terakhir, China telah meningkatkan ketegangan dan Angkatan Udara-nya telah berulang kali masuk ke zona pertahanan udara Taiwan.

Pada Hari Anzac, kepala penasihat keamanan nasional Australia, Mike Pezzullo, memberi tahu bahwa "genderang perang" semakin keras. Itu secara luas diartikan merujuk pada China.



Menulis di The Global Times, Hu mengatakan bahwa "hawks" Australia "menghipnotis atau mengisyaratkan" bahwa Australia akan membantu AS jika konflik militer terjadi di Selat Taiwan.

"Saya menyarankan China membuat rencana untuk memberlakukan hukuman pembalasan terhadap Australia setelah secara militer mencampuri situasi lintas Selat," katanya.

"Rencana tersebut harus mencakup serangan jarak jauh di fasilitas militer dan fasilitas utama yang relevan di tanah Australia jika benar-benar mengirimkan pasukannya ke daerah lepas pantai China dan berperang melawan Tentara Pembebasan Rakyat."
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top