Puing Roket China Melayang Liar di Atas Selandia Baru, Indonesia Perlu Waspada
Sabtu, 08 Mei 2021 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
“Prediksi berdasarkan informasi terbaru CORDS tentang lokasi masuknya kembali badan roket diberikan di dekat North Island Selandia Baru, tetapi perlu dicatat bahwa masuk kembali (ke bumi) dapat dilakukan di mana saja di sepanjang jalur yang mencakup sebagian besar dunia,” ungkap laporan Aerospace Corporation.
Dalam tweet itu terdapat gambar jalur jatuh roket itu terbentang sangat lebar, di dalamnya termasuk wilayah Indonesia.
Itu artinya, bagian roket itu dapat juga jatuh di sepanjang wilayah Indonesia. Kewaspadaan perlu ditingkatkan, karena puing roket tersebut melayang tak terkendali di angkasa.
Roket Long March 5B terdiri atas satu tahap inti dan empat booster. Roket itu meluncur dari pulau Hainan di China pada 29 April dengan modul Tianhe tak berawak, yang isinya akan menjadi tempat tinggal di stasiun luar angkasa permanen China.
Roket-roket Long March 5 telah menjadi bagian integral dari ambisi luar angkasa jangka pendek China, mulai dari pengiriman modul dan awak stasiun luar angkasa hingga peluncuran wahana penjelajahan ke bulan dan bahkan ke Mars.
Long March yang diluncurkan pekan lalu adalah pengembangan kedua dari varian 5B sejak penerbangan perdananya pada Mei tahun lalu.
Ahli astrofisika yang berbasis di Harvard, Jonathan McDowell, sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa ada kemungkinan potongan-potongan roket itu bisa jatuh di darat, mungkin di daerah berpenduduk, seperti pada Mei 2020, saat potongan-potongan dari Long March 5B pertama menghujani Pantai Gading, merusak beberapa bangunan, meskipun tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Puing-puing yang berjatuhan ke bumi dari peluncuran roket China beberapa kali terjadi di China.
Dalam tweet itu terdapat gambar jalur jatuh roket itu terbentang sangat lebar, di dalamnya termasuk wilayah Indonesia.
Itu artinya, bagian roket itu dapat juga jatuh di sepanjang wilayah Indonesia. Kewaspadaan perlu ditingkatkan, karena puing roket tersebut melayang tak terkendali di angkasa.
Roket Long March 5B terdiri atas satu tahap inti dan empat booster. Roket itu meluncur dari pulau Hainan di China pada 29 April dengan modul Tianhe tak berawak, yang isinya akan menjadi tempat tinggal di stasiun luar angkasa permanen China.
Roket-roket Long March 5 telah menjadi bagian integral dari ambisi luar angkasa jangka pendek China, mulai dari pengiriman modul dan awak stasiun luar angkasa hingga peluncuran wahana penjelajahan ke bulan dan bahkan ke Mars.
Long March yang diluncurkan pekan lalu adalah pengembangan kedua dari varian 5B sejak penerbangan perdananya pada Mei tahun lalu.
Ahli astrofisika yang berbasis di Harvard, Jonathan McDowell, sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa ada kemungkinan potongan-potongan roket itu bisa jatuh di darat, mungkin di daerah berpenduduk, seperti pada Mei 2020, saat potongan-potongan dari Long March 5B pertama menghujani Pantai Gading, merusak beberapa bangunan, meskipun tidak ada korban luka yang dilaporkan.
Puing-puing yang berjatuhan ke bumi dari peluncuran roket China beberapa kali terjadi di China.
Lihat Juga :