G7 Sebut China sebagai Pengganggu dan Rusia Penjahat
Kamis, 06 Mei 2021 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Barat, yang jika digabungkan memliki kekuatan lebih besar daripada China dan Rusia secara ekonomi dan militer, telah berjuang untuk menghasilkan tanggapan yang efektif baik terhadap Beijing maupun Moskow.
"Kami akan bekerja secara kolektif untuk mendorong ketahanan ekonomi global dalam menghadapi kebijakan dan praktik ekonomi yang sewenang-wenang dan memaksa," kata Menteri Luar Negeri G7 tentang China.
Mereka mengatakan bahwa mereka mendukung partisipasi Taiwan dalam forum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Majelis Kesehatan Dunia, dan menyatakan keprihatinan tentang tindakan sepihak yang dapat meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan. Baca juga: Pasukan Rusia Tinggalkan Perbatasan Ukraina, Ini Videonya
Soal Rusia, G7 juga sama-sama mendukung Ukraina, tetapi hanya menawarkan sedikit kata-kata. "Kami sangat prihatin bahwa pola negatif dari perilaku tidak bertanggung jawab dan destabilisasi Rusia terus berlanjut," ujarnya.
"Ini termasuk penumpukan besar pasukan militer Rusia di perbatasan Ukraina dan di Crimea yang dianeksasi secara ilegal, kegiatan jahatnya yang bertujuan untuk merusak sistem demokrasi negara lain, aktivitas dunia maya yang berbahaya, dan penggunaan disinformasi," tukas Menteri Luar Negeri G7.
"Kami akan bekerja secara kolektif untuk mendorong ketahanan ekonomi global dalam menghadapi kebijakan dan praktik ekonomi yang sewenang-wenang dan memaksa," kata Menteri Luar Negeri G7 tentang China.
Mereka mengatakan bahwa mereka mendukung partisipasi Taiwan dalam forum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Majelis Kesehatan Dunia, dan menyatakan keprihatinan tentang tindakan sepihak yang dapat meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan. Baca juga: Pasukan Rusia Tinggalkan Perbatasan Ukraina, Ini Videonya
Soal Rusia, G7 juga sama-sama mendukung Ukraina, tetapi hanya menawarkan sedikit kata-kata. "Kami sangat prihatin bahwa pola negatif dari perilaku tidak bertanggung jawab dan destabilisasi Rusia terus berlanjut," ujarnya.
"Ini termasuk penumpukan besar pasukan militer Rusia di perbatasan Ukraina dan di Crimea yang dianeksasi secara ilegal, kegiatan jahatnya yang bertujuan untuk merusak sistem demokrasi negara lain, aktivitas dunia maya yang berbahaya, dan penggunaan disinformasi," tukas Menteri Luar Negeri G7.
(esn)
Lihat Juga :