Rudal Balistik Antarbenua Minuteman III AS Tiba-tiba Mati sebelum Meluncur
Jum'at, 07 Mei 2021 - 06:25 WIB
loading...
A
A
A
Uji peluncuran misil juga merupakan kesempatan untuk memeriksa perangkat keras dan perangkat lunak baru yang ditambahkan ke dalam sistem, dan untuk memberi sinyal ke negara lain bahwa AS siap menghadapi konflik nuklir.
Rudal yang digunakan dalam pengujian tidak membawa hulu ledak nuklir seperti dalam operasi nyata. Saat diluncurkan, misil itu biasanya terbang selama sekitar 30 menit dan terbang lebih dari 4.200 mil jauhnya di Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall.
Angkatan Udara masih mengawasi 400 rudal jarak jauh berbasis darat yang tersebar di Montana, North Dakota, Wyoming, Nebraska, dan Colorado sebagai bagian dari persenjataan nuklir.
Baca juga: Iktikaf Dibubarkan Paksa, Ormas Anti-Rezim Erdogan: Ini Bukan Israel, Ini Turki!
Angkatan Udara berencana untuk menggantinya dengan versi modern mulai akhir 2020-an, di tengah kekhawatiran bahwa persediaan Minuteman III bisa menjadi tidak dapat digunakan seiring bertambahnya usia.
Rudal yang digunakan dalam pengujian tidak membawa hulu ledak nuklir seperti dalam operasi nyata. Saat diluncurkan, misil itu biasanya terbang selama sekitar 30 menit dan terbang lebih dari 4.200 mil jauhnya di Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall.
Angkatan Udara masih mengawasi 400 rudal jarak jauh berbasis darat yang tersebar di Montana, North Dakota, Wyoming, Nebraska, dan Colorado sebagai bagian dari persenjataan nuklir.
Baca juga: Iktikaf Dibubarkan Paksa, Ormas Anti-Rezim Erdogan: Ini Bukan Israel, Ini Turki!
Angkatan Udara berencana untuk menggantinya dengan versi modern mulai akhir 2020-an, di tengah kekhawatiran bahwa persediaan Minuteman III bisa menjadi tidak dapat digunakan seiring bertambahnya usia.
(min)
Lihat Juga :