Laporan Intelijen: Iran Dorong Program Senjata Pemusnah Massal

Kamis, 06 Mei 2021 - 00:01 WIB
loading...
Laporan Intelijen: Iran...
Citra satelit dari Maxar Technologies pada 8 Januari 2020 menunjukkan fasilitas nuklir Natanz di selatan Teheran, Iran. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Iran melakukan beberapa upaya untuk memperoleh teknologi pada 2020 untuk mendukung program senjata pemusnah massal (WMD) dan secara konsisten mencoba mengembangkan senjata atom.

Pernyataan itu diungkapkan dalam laporan intelijen Belanda yang baru dirilis.

“Badan Intelijen dan Keamanan Umum Belanda menerbitkan laporan pada April yang menyelidiki jaringan yang telah berusaha mendapatkan lebih banyak wawasan tentang materi dan pengetahuan untuk mengembangkan WMD,” papar laporan media berita online Fox News pada Selasa (4/5).

Baca juga: Rudal Israel Hantam Gudang Plastik Sipil di Suriah, 1 Tewas

“Unit Kontra-proliferasi gabungan (UCP) dari AIVD (Badan Intelijen dan Keamanan Umum) dan MIVD (Badan Intelijen dan Keamanan Militer negara) sedang menyelidiki bagaimana negara-negara mencoba memperoleh pengetahuan dan barang yang mereka butuhkan untuk membuat senjata pemusnah massal,” ungkap laporan Belanda itu.

Baca juga: Via Telepon, Raja Arab Saudi Salman dan Erdogan Bahas Hubungan Bilateral

Badan tersebut mengatakan di bawah mandatnya, mereka "melakukan penyelidikan, memberikan informasi, dan memobilisasi pihak ketiga untuk menjaga tatanan hukum yang demokratis dan keamanan nasional, untuk secara aktif mengurangi risiko, dan untuk berkontribusi pada pembuatan kebijakan luar negeri."

Baca juga: Didepak dari Proyek F-35, Pembeli Senjata Utama Turki Prioritaskan TF-X

"Negara-negara seperti Suriah, Pakistan, Iran, dan Korea Utara juga mencoba memperoleh barang dan teknologi tersebut di Eropa dan Belanda tahun lalu," ungkap laporan itu.

Meskipun laporan tersebut menjelaskan masalah di bidang ini, namun tidak memberikan perincian tentang berbagai upaya oleh negara-negara nakal untuk menemukan dan mengamankan teknologi dan persenjataan untuk pemusnah massal.

Laporan itu juga tidak memberikan informasi tentang sifat hukum akuisisi peralatan dan teknologi oleh Iran untuk program nuklirnya.

Pada Februari, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menulis tweet bahwa, "Berdasarkan fundamental Islam dan perintah yang melarang senjata yang digunakan untuk membunuh orang biasa, Iran tidak lagi mengejar senjata nuklir atau membangun perangkat senjata nuklir.”

Namun, temuan dari penelitian yang dilakukan tiga badan intelijen Eropa pada 2021 bertentangan dengan pernyataan Khamenei.

Menurut Fox News, temuan ini diperkirakan akan memicu perdebatan tentang posisi Amerika Serikat (AS) sehubungan dengan kesepakatan nuklir 2015 yang ditinggalkan mantan presiden AS Donald Trump.

“Rezim Iran tidak pernah berhenti mencari senjata pemusnah massal untuk digunakan melawan Amerika dan sekutu kita. Namun demikian, pemerintahan Joe Biden, seperti pemerintahan Barack Obama, berkomitmen membongkar semua tekanan yang berarti terhadap rezim dan membanjirinya dengan ratusan miliar dolar,” papar juru bicara Senator Ted Cruz pada Fox News.

"Senator Cruz telah berjuang selama bertahun-tahun untuk mencegah hal itu terjadi, dan terus menekankan kesepakatan apa pun dengan Iran yang tidak dibawa ke Senat sebagai perjanjian dan disahkan Senat, dapat dan akan dibatalkan oleh pemerintahan di masa depan," ungkap dia.

Pada April, laporan yang dikeluarkan badan setara FBI di Jerman, Kantor Bavaria untuk Perlindungan Konstitusi, menunjukkan, “Iran berusaha menjalin hubungan dengan kontak Jerman yang terlibat dalam bidang teknologi tinggi dalam upaya memperoleh pengetahuan yang diperlukan, bagaimana dan komponen yang sesuai, untuk menghindari sanksi yang telah dijatuhkan pada mereka dan untuk memenuhi tujuan produksi mereka.”

"Negara-negara yang relevan dengan proliferasi seperti Iran, Korea Utara, Suriah, dan Pakistan melakukan upaya memperluas persenjataan konvensional mereka melalui produksi atau modernisasi terus-menerus senjata pemusnah massal," papar laporan intelijen Jerman.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved