Roket 21 Ton China Jatuh Diluar Kendali ke Bumi, Ditakutkan Jatuh di New York
Selasa, 04 Mei 2021 - 18:52 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Selasa, inti mengorbit Bumi setiap 90 menit dengan kecepatan sekitar 27.600 km/jam dan ketinggian lebih dari 300 km. Militer Amerika Serikat (AS) menamakannya 2021-035B dan jalurnya dapat dilihat di situs web termasuk orbit.ing-now.com.
Baca juga: Inilah Type 094A, Kapal Selam Nuklir yang Mampu Merudal Daratan AS
Sejak akhir pekan, ketinggiannya telah turun hampir 80 km dan SpaceNews melaporkan bahwa pengamatan amatir di darat menunjukkan puing-puing itu jatuh dan tidak terkendali. Puing-puing ini, dan kecepatannya, membuatnya tidak mungkin diprediksi di mana ia akan mendarat ketika atmosfer Bumi akhirnya menyeretnya ke bawah, meskipun McDowell mengatakan kemungkinan besar ia akan jatuh ke laut, karena lautan menutupi sekitar 71% dari planet ini.
Tapi McDowell mengatakan beberapa potongan roket akan selamat masuk kembali dan itu akan menjadi setara dengan kecelakaan pesawat kecil yang tersebar lebih dari 100 mil.
Sejak tahun 1990 tidak ada lebih dari 10 ton yang sengaja ditinggalkan di orbit untuk masuk kembali tanpa terkendali. Tahap inti Long March 5B diperkirakan sekitar 21 ton.
“Yang buruk adalah itu pihak China benar-benar lalai. Benda yang beratnya lebih dari sepuluh ton tidak kami biarkan jatuh dari langit tanpa terkendali dengan sengaja," ucap McDowell.
Berdasarkan orbitnya saat ini, roket tersebut melewati Bumi sejauh utara New York, Madrid dan Beijing serta selatan sejauh selatan Chili dan Wellington, Selandia Baru, dan dapat masuk kembali kapan saja di area ini.
Baca juga: Inilah Type 094A, Kapal Selam Nuklir yang Mampu Merudal Daratan AS
Sejak akhir pekan, ketinggiannya telah turun hampir 80 km dan SpaceNews melaporkan bahwa pengamatan amatir di darat menunjukkan puing-puing itu jatuh dan tidak terkendali. Puing-puing ini, dan kecepatannya, membuatnya tidak mungkin diprediksi di mana ia akan mendarat ketika atmosfer Bumi akhirnya menyeretnya ke bawah, meskipun McDowell mengatakan kemungkinan besar ia akan jatuh ke laut, karena lautan menutupi sekitar 71% dari planet ini.
Tapi McDowell mengatakan beberapa potongan roket akan selamat masuk kembali dan itu akan menjadi setara dengan kecelakaan pesawat kecil yang tersebar lebih dari 100 mil.
Sejak tahun 1990 tidak ada lebih dari 10 ton yang sengaja ditinggalkan di orbit untuk masuk kembali tanpa terkendali. Tahap inti Long March 5B diperkirakan sekitar 21 ton.
“Yang buruk adalah itu pihak China benar-benar lalai. Benda yang beratnya lebih dari sepuluh ton tidak kami biarkan jatuh dari langit tanpa terkendali dengan sengaja," ucap McDowell.
Berdasarkan orbitnya saat ini, roket tersebut melewati Bumi sejauh utara New York, Madrid dan Beijing serta selatan sejauh selatan Chili dan Wellington, Selandia Baru, dan dapat masuk kembali kapan saja di area ini.
Lihat Juga :