Roket 21 Ton China Jatuh Diluar Kendali ke Bumi, Ditakutkan Jatuh di New York

loading...
Roket 21 Ton China Jatuh Diluar Kendali ke Bumi, Ditakutkan Jatuh di New York
Roket China yang membawa modul stasiun ruang angkasa pada 29 April lalu jatuh diluar kendali ke Bumi. Foto/The Guardian
WASHINGTON - Puing-puing dari roket seberat 21 ton yang meluncurkan modul pertama stasiunruang angkasa China , Tianhe, akan jatuh kembali ke bumi dan dapat masuk tanpa terkendali di titik pendaratan yang tidak diketahui.

Inti roket Long March 5B setinggi 30 meter meluncurkan modul inti tak berawak "Heavenly Harmony" ke orbit rendah Bumi pada 29 April lalu dari Wenchang di provinsi Hainan China.

Baca juga: Ambisius, China Luncurkan Modul Inti Stasiun Antariksa Punya Sendiri

Long March 5B kemudian dengan sendirinya memasuki orbit sementara, menyiapkan panggung untuk salah satu entri ulang terbesar yang tidak terkendali. Beberapa ahli khawatir puing-puing itu bisa mendarat di daerah berpenghuni.

“Ini berpotensi tidak baik,” kata Jonathan McDowell, Ahli Astrofisika di Pusat Astrofisika Universitas Harvard.



“Terakhir kali mereka meluncurkan roket Long March 5B, mereka berakhir dengan batang logam besar yang panjang terbang melintasi langit dan merusak beberapa bangunan di Pantai Gading,” imbuhnya.

“Sebagian besar terbakar, tapi ada potongan logam yang sangat besar yang menghantam tanah. Kami sangat beruntung tidak ada yang terluka," ujarnya seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (4/5/2021).

Pada hari Selasa, inti mengorbit Bumi setiap 90 menit dengan kecepatan sekitar 27.600 km/jam dan ketinggian lebih dari 300 km. Militer Amerika Serikat (AS) menamakannya 2021-035B dan jalurnya dapat dilihat di situs web termasuk orbit.ing-now.com.

Baca juga: Inilah Type 094A, Kapal Selam Nuklir yang Mampu Merudal Daratan AS

Sejak akhir pekan, ketinggiannya telah turun hampir 80 km dan SpaceNews melaporkan bahwa pengamatan amatir di darat menunjukkan puing-puing itu jatuh dan tidak terkendali. Puing-puing ini, dan kecepatannya, membuatnya tidak mungkin diprediksi di mana ia akan mendarat ketika atmosfer Bumi akhirnya menyeretnya ke bawah, meskipun McDowell mengatakan kemungkinan besar ia akan jatuh ke laut, karena lautan menutupi sekitar 71% dari planet ini.



Tapi McDowell mengatakan beberapa potongan roket akan selamat masuk kembali dan itu akan menjadi setara dengan kecelakaan pesawat kecil yang tersebar lebih dari 100 mil.

Sejak tahun 1990 tidak ada lebih dari 10 ton yang sengaja ditinggalkan di orbit untuk masuk kembali tanpa terkendali. Tahap inti Long March 5B diperkirakan sekitar 21 ton.

“Yang buruk adalah itu pihak China benar-benar lalai. Benda yang beratnya lebih dari sepuluh ton tidak kami biarkan jatuh dari langit tanpa terkendali dengan sengaja," ucap McDowell.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top