Roket 21 Ton China Jatuh Diluar Kendali ke Bumi, Ditakutkan Jatuh di New York
Selasa, 04 Mei 2021 - 18:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: China Gerah Kegiatan Militer AS di LCS dan Selat Taiwan Meningkat
Mengingat kecepatannya, sedikit perubahan pada jalurnya dapat membuat perbedaan besar ke tujuan akhirnya. Diperkirakan akan kembali ke Bumi pada 10 Mei, plus atau minus dua hari.
McDowell mengatakan setelah jelas pada hari ia kembali ke Bumi, para ahli dapat memprediksi waktu pendaratannya dalam rentang waktu enam jam.
Peluncuran roket itu adalah bagian dari 11 misi yang direncanakan sebagai bagian dari pembangunan stasiun luar angkasa China, yang diharapkan selesai pada akhir 2022. Stasiun luar angkasa berbentuk T diperkirakan memiliki berat sekitar 60 ton, jauh lebih kecil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang meluncurkan modul pertamanya pada tahun 1998 dan memiliki berat sekitar 408 ton.
Stasiun luar angkasa China akan memiliki port docking dan juga akan dapat terhubung dengan satelit China. Secara teoritis stasiun itu dapat diperluas menjadi sebanyak enam modul.
Mengingat kecepatannya, sedikit perubahan pada jalurnya dapat membuat perbedaan besar ke tujuan akhirnya. Diperkirakan akan kembali ke Bumi pada 10 Mei, plus atau minus dua hari.
McDowell mengatakan setelah jelas pada hari ia kembali ke Bumi, para ahli dapat memprediksi waktu pendaratannya dalam rentang waktu enam jam.
Peluncuran roket itu adalah bagian dari 11 misi yang direncanakan sebagai bagian dari pembangunan stasiun luar angkasa China, yang diharapkan selesai pada akhir 2022. Stasiun luar angkasa berbentuk T diperkirakan memiliki berat sekitar 60 ton, jauh lebih kecil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, yang meluncurkan modul pertamanya pada tahun 1998 dan memiliki berat sekitar 408 ton.
Stasiun luar angkasa China akan memiliki port docking dan juga akan dapat terhubung dengan satelit China. Secara teoritis stasiun itu dapat diperluas menjadi sebanyak enam modul.
(ian)
Lihat Juga :