Para Biarawati Ini Diadili atas Pelecehan Seks Anak-anak Tunarungu
Selasa, 04 Mei 2021 - 14:57 WIB
loading...
A
A
A
Yang pertama diadili dalam kasus ini adalah pendeta Argentina, Horacio Corbacho, di mana dia dijatuhi hukuman 45 tahun penjara, selanjutnya Nicola Corradi dari Italia, yang dihukum penjara 42 tahun.
Tukang kebun sekolah, Armando Gomez, dihukum penjara selama 18 tahun karena pelecehan seksual, dan mantan putra altar yang sekarang berusia 50-an tahun dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara setelah mengaku bersalah atas pelecehan seksual terhadap lima anak.
Terdakwa utama dalam sidang hari Senin adalah biarawati Jepang Kumiko Kosaka, 46, yang dituduh melakukan pelecehan seksual yang diperburuk dan menutupi kejahatan tersebut.
Biarawati lainnya adalah Asuncion Martinez, 53, asal Paraguay. Dia dituduh menyembunyikan kejahatan, bersama perwakilan hukum pusat, psikolog, juru masak, dan empat direktur institut.
“Tanpa para suster yang bertanggung jawab atas anak-anak, pekerja sosial, direktur, tanpa semua struktur itu, semua ini tidak akan mungkin terjadi. Corbacho dan Corradi tidak sendiri," kata Erica Labeguerie, saudara perempuan Claudia, salah satu korban dari skandal tersebut, seperti dikutip AFP, Selasa (4/5/2021).
Ariel Lizarraga, ayah dari korban lainnya, Daiana yang sekarang berusia 29 tahun, mengatakan: “Mereka menutupi semuanya, mencegah mereka (anak-anak) mempelajari bahasa isyarat agar tidak keluar.”
Di tengah wabah virus corona, sidang pengadilan dibuka di Mendoza tanpa kehadiran wartawan.
Tukang kebun sekolah, Armando Gomez, dihukum penjara selama 18 tahun karena pelecehan seksual, dan mantan putra altar yang sekarang berusia 50-an tahun dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara setelah mengaku bersalah atas pelecehan seksual terhadap lima anak.
Terdakwa utama dalam sidang hari Senin adalah biarawati Jepang Kumiko Kosaka, 46, yang dituduh melakukan pelecehan seksual yang diperburuk dan menutupi kejahatan tersebut.
Biarawati lainnya adalah Asuncion Martinez, 53, asal Paraguay. Dia dituduh menyembunyikan kejahatan, bersama perwakilan hukum pusat, psikolog, juru masak, dan empat direktur institut.
“Tanpa para suster yang bertanggung jawab atas anak-anak, pekerja sosial, direktur, tanpa semua struktur itu, semua ini tidak akan mungkin terjadi. Corbacho dan Corradi tidak sendiri," kata Erica Labeguerie, saudara perempuan Claudia, salah satu korban dari skandal tersebut, seperti dikutip AFP, Selasa (4/5/2021).
Ariel Lizarraga, ayah dari korban lainnya, Daiana yang sekarang berusia 29 tahun, mengatakan: “Mereka menutupi semuanya, mencegah mereka (anak-anak) mempelajari bahasa isyarat agar tidak keluar.”
Di tengah wabah virus corona, sidang pengadilan dibuka di Mendoza tanpa kehadiran wartawan.
Lihat Juga :