Dua Tahun Hiatus, Pesawat Raksasa Stratolaunch Lakukan Uji Terbang ke-2
Sabtu, 01 Mei 2021 - 02:31 WIB
loading...
A
A
A
Dinamakan Roc, pesawat berbadan ganda ini memiliki lebar sayap 117 meter. Pesawat ini awalnya dikembangkan oleh salah satu pendiri Microsoft Paul G. Allen, yang meninggal hanya beberapa bulan sebelum pesawat itu terbang untuk pertama kalinya pada April 2019 lalu.
Allen bermaksud menggunakannya sebagai pesawat pengangkut untuk peluncuran luar angkasa, membawa roket bermuatan satelit di bawah bagian tengah sayap dan melepaskannya di ketinggian.
Baca juga: Penumpang Lempar Koin ke Mesin Jet untuk Keberuntungan, Pesawat China Batal Terbang
Pemilik baru awalnya berencana untuk menggunakannya sebagai pesawat pengangkut untuk peluncuran kendaraan penelitian penerbangan hipersonik yang dapat digunakan kembali.
Penerbangan hipersonik digambarkan sebagai penerbangan dengan kecepatan setidaknya Mach 5, atau lima kali kecepatan suara.
Allen bermaksud menggunakannya sebagai pesawat pengangkut untuk peluncuran luar angkasa, membawa roket bermuatan satelit di bawah bagian tengah sayap dan melepaskannya di ketinggian.
Baca juga: Penumpang Lempar Koin ke Mesin Jet untuk Keberuntungan, Pesawat China Batal Terbang
Pemilik baru awalnya berencana untuk menggunakannya sebagai pesawat pengangkut untuk peluncuran kendaraan penelitian penerbangan hipersonik yang dapat digunakan kembali.
Penerbangan hipersonik digambarkan sebagai penerbangan dengan kecepatan setidaknya Mach 5, atau lima kali kecepatan suara.
(ian)
Lihat Juga :