Pemukim Israel Bakar Mobil di Yerusalem, Teriak: Semoga Desamu Terbakar

Kamis, 29 April 2021 - 07:31 WIB
loading...
Pemukim Israel Bakar...
Tentara Israel melintasi mobil yang dibakar di desa Palestina, Qusra, Tepi Barat pada 26 September 2020. Foto/memo
A A A
TEPI BARAT - Pemukim Israel membakar tiga mobil warga Palestina tadi malam di desa Beit Iksa, barat laut Yerusalem yang diduduki.

“Mereka juga mencoretkan slogan-slogan yang mengancam di jalan,” ungkap laporan kantor berita Wafa.

Vandalisme itu terjadi di tengah meningkatnya kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem. Aksi itu meningkat sejak awal bulan suci Ramadhan.

Baca juga: Qatar Akui Bayar Pelobi AS Agar Dekat Gedung Putih dan Kongres

Menurut sumber lokal, tiga mobil pribadi dibakar, dan pemukim Israel dari permukiman ilegal Ramot menulis, "Yahudi, ayo menang" di jalan. Di bawahnya, mereka menulis "Tiktok" bersama dengan bintang Daud.

Baca juga: Israel Marah Disebut Lakukan Kejahatan Apartheid pada Orang Palestina

Mereka menambahkan, mobil-mobil itu milik anggota keluarga Abu Khalaf, Anas Khatib dan Issa Hammouda Gheith.

Baca juga: Polisi Israel Mundur dari Gerbang Damaskus Yerusalem, Warga Palestina Bersukacita

Jendela dari beberapa mobil yang diparkir juga dihancurkan, sementara puluhan pemukim Israel berkumpul dan meneriakkan "Semoga desamu terbakar."

“Warga Beit Iksa mengeluh bahwa satu truk pemadam kebakaran Israel datang tetapi tidak memadamkan apinya,” papar laporan Haaretz.

Mereka harus menunggu truk pemadam kebakaran Palestina, yang membutuhkan waktu lebih lama untuk tiba.

"Mobil-mobil itu tidak penting, kami mengkhawatirkan keluarga kami," ujar pengacara Abdullah Hamdan, penduduk Beit Iksa, kepada Haaretz. "Kali ini mereka merusak mobil, lain kali mereka akan melukai orang."

Sejak awal Ramadhan, warga Palestina di Yerusalem telah menghadapi kekerasan dan pelecehan oleh pemukim ekstremis Israel, terutama, pengikut kelompok Kahanist Lahava.

Para pemukim Israel telah mencoba membakar rumah-rumah Palestina di Kota Tua Yerusalem, dan menyerukan agar mereka yang memprotes dibunuh.

Gadi Gvaryahu, ketua organisasi kejahatan anti-kebencian Tag Meir, mengatakan setelah insiden itu bahwa "mereka yang menyembunyikan aksi kebencian oleh organisasi Lehava pada hari Kamis sedang menuai angin puyuh."

Para ekstremis terus dilindungi dalam aktivitas keji mereka terhadap Palestina oleh polisi Israel. Sebaliknya, lebih dari 100 pengunjuk rasa Palestina terluka dalam serangan pemukim ini, dan lebih dari 100 orang lainnya telah ditangkap.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved