Qatar Akui Bayar Pelobi AS Agar Dekat Gedung Putih dan Kongres

Rabu, 28 April 2021 - 13:31 WIB
loading...
Qatar Akui Bayar Pelobi...
Bendera Qatar terlihat di taman dekat Doha Corniche, Doha, Qatar. Foto/REUTERS
A A A
DOHA - Laporan terbaru Bloomberg mengungkap sejak awal tahun ini, Qatar menyewa beberapa perusahaan Amerika Serikat (AS) terkemuka, yang memiliki hubungan dengan Partai Demokrat.

Menurut Qatar, perusahaan-perusahaan AS itu melakukan lobi dan konsultasi di Washington DC guna membina hubungan yang lebih dekat dengan pemerintahan Presiden AS Joe Biden dan Kongres.

“Qatar membayar untuk lobi dengan tarif gabungan USD186.000 per bulan,” ungkap Bloomberg, mengutip dokumen Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing.

Baca juga: Dipepet Tiga Kapal Iran di Teluk Persia, Kapal Perang AS Lepaskan Tembakan Peringatan

Menurut Bloomberg, perusahaan AS itu memiliki hubungan dekat dengan Demokrat, termasuk komite urusan luar negeri DPR dan Senat.

Baca juga: Banjir dan Hujan Es di Makkah Reda, Warga dan Jamaah Umrah Gembira

Laporan itu mengatakan Qatar telah memperkuat jaringan lobinya sejak dimulainya boikot Teluk 2017, ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik, perdagangan dan transportasi dengan Qatar.

Baca juga: Putra Mahkota: Kami Hampir Mencapai Tujuan Visi Arab Saudi sebelum 2030

Keempat negara Teluk itu menuduh Qatar mendukung terorisme, tuduhan yang disangkal Doha.
Bloomberg melaporkan Qatar telah menghabiskan USD4 juta untuk pelobi pada 2016, dan USD12,9 juta pada 2017.

Duta Besar Qatar untuk AS Sheikh Meshal bin Hamad Al Thani mengatakan negara itu "menyewa pelobi untuk memperbaiki kesalahan faktual dan mengatasi kerusakan akibat kampanye disinformasi terhadap reputasi kami," dalam wawancara dengan Bloomberg.

Dia menambahkan bahwa Qatar "membela" diri melalui lobi.

"Pelobi AS juga dapat berusaha membantu memastikan dukungan untuk berbagai kepentingan Qatar lainnya, termasuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 dan melanjutkan pembelian pertahanan dari AS," ungkap laporan itu.

Steven Cook, rekan senior di Council on Foreign Relations dan pakar kebijakan AS-Timur Tengah, mengatakan kepada Bloomberg bahwa, "Qatar melihat hubungan dengan Amerika Serikat sebagai salah satu pertahanan diri."

"Padahal mereka tidak akan pernah benar-benar mengatakan itu," ujar dia.

Selama KTT GCC pada Januari di Al Ula Arab Saudi, semua negara Teluk menandatangani deklarasi Al Ula yang menurut Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan secara resmi mengakhiri perselisihan dengan Qatar.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan selama KTT bahwa ada kebutuhan mendesak bagi negara-negara Teluk untuk menyatukan upaya mereka, terutama dalam menghadapi ancaman Iran di kawasan tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Di Balik Karier Musiknya,...
Di Balik Karier Musiknya, Anneth Delliecia Ternyata Punya Mimpi Jadi Pembalap F1
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved