Turki Ancam Balas AS yang Akui Genosida Armenia oleh Ottoman
Senin, 26 April 2021 - 10:29 WIB
loading...
A
A
A
Namun pada kenyataannya, opsi Erdogan terbatas karena ia telah berjuang melawan salah satu tingkat kasus COVID-19 harian tertinggi secara global dan telah melihat mata uang lira jatuh mendekati posisi terendah sepanjang masa terhadap dollar AS minggu lalu.
"Ini adalah periode yang sulit bagi Turki dan ini bukan saat ketika Turki ingin bertengkar dengan siapa pun, apalagi Amerika Serikat," kata Unluhisarcikli.
Baca juga: 'Tsunami' COVID India: "Tuhan Tolong Kami, Tuhan Tolong India"
Kalin mengatakan para pejabat AS telah memberi tahu Turki bahwa deklarasi tersebut tidak akan memberikan dasar hukum apa pun untuk potensi klaim reparasi.
Namun demikian, Erdogan mengatakan kepada presiden AS ketika mereka berbicara melalui telepon pada hari Jumat—percakapan pertama mereka sejak Biden menjabat tiga bulan lalu—bahwa akan menjadi "kesalahan besar" untuk melanjutkan pernyataannya.
"Untuk mereduksi semua itu menjadi satu kata dan mencoba mengimplikasikan keterlibatan Turki, nenek moyang Ottoman kami terlibat dalam aksi genosida, sungguh keterlaluan," kata Kalin.
"Itu tidak didukung oleh fakta sejarah," imbuh dia.
"Ini adalah periode yang sulit bagi Turki dan ini bukan saat ketika Turki ingin bertengkar dengan siapa pun, apalagi Amerika Serikat," kata Unluhisarcikli.
Baca juga: 'Tsunami' COVID India: "Tuhan Tolong Kami, Tuhan Tolong India"
Kalin mengatakan para pejabat AS telah memberi tahu Turki bahwa deklarasi tersebut tidak akan memberikan dasar hukum apa pun untuk potensi klaim reparasi.
Namun demikian, Erdogan mengatakan kepada presiden AS ketika mereka berbicara melalui telepon pada hari Jumat—percakapan pertama mereka sejak Biden menjabat tiga bulan lalu—bahwa akan menjadi "kesalahan besar" untuk melanjutkan pernyataannya.
"Untuk mereduksi semua itu menjadi satu kata dan mencoba mengimplikasikan keterlibatan Turki, nenek moyang Ottoman kami terlibat dalam aksi genosida, sungguh keterlaluan," kata Kalin.
"Itu tidak didukung oleh fakta sejarah," imbuh dia.
(min)
Lihat Juga :