Turki Ancam Balas AS yang Akui Genosida Armenia oleh Ottoman

Senin, 26 April 2021 - 10:29 WIB
loading...
A A A
"Pada waktu dan tempat yang kami anggap tepat, kami akan terus menanggapi pernyataan yang sangat disayangkan dan tidak adil ini," katanya.

Turki mengakui bahwa banyak orang Armenia yang tinggal di Kekaisaran Ottoman tewas dalam bentrokan dengan pasukan Ottoman dalam Perang Dunia Pertama, tetapi menyangkal pembunuhan itu diatur secara sistematis dan merupakan genosida.

Selama beberapa dekade, langkah-langkah yang mengakui genosida Armenia terhenti di Kongres AS dan sebagian besar presiden AS telah menahan diri untuk tidak menyebutnya demikian. Langkah-langkah itu tertahan oleh kekhawatiran tentang ketegangan hubungan dengan Turki.

Tapi hubungan itu sudah bermasalah. Washington menjatuhkan sanksi kepada Turki atas pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia, sementara Ankara marah karena Amerika Serikat mempersenjatai milisi YPG Kurdi di Suriah dan tidak mengekstradisi ulama Turki yang berbasis di AS yang dituduh mendalangi upaya kudeta 2016.

Kalin mengatakan menavigasi perselisihan itu sekarang akan lebih sulit. "Segala sesuatu yang kami lakukan dengan Amerika Serikat akan berada di bawah mantra pernyataan yang sangat disayangkan ini," katanya.

Kalin menambahkan parlemen Turki diperkirakan akan membuat pernyataan minggu ini. Para pengamat mengatakan anggota parlemen mungkin membalas secara retoris terhadap Biden dengan mengklasifikasikan perlakuan penduduk asli Amerika oleh pemukim Eropa sebagai genosida.

"Selain membatasi akses ke Incirlik, Turki juga memiliki opsi untuk mengurangi koordinasi militer dengan Amerika Serikat di Suriah utara dan Irak atau mengurangi upaya diplomatik untuk mendukung pembicaraan perdamaian Afghanistan," kata Ozgur Unluhisarcikli, direktur kelompok penelitian German Marshall Fund di Ankara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Piala Dunia 2026 Berpotensi...
Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Panggung Terakhir Luka Modric
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Berita Terkini
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved