Polwan Ditikam Hingga Tewas, Prancis Luncurkan Penyelidikan Teror
Sabtu, 24 April 2021 - 15:30 WIB
loading...
Prancis luncurkan penyelidikan terorisme setelah seorang polwan ditikam hingga tewas. Foto/CNN
A
A
A
PARIS - Pihak berwenang Prancis meluncurkan penyelidikan terorisme setelah seorang polisi wanita (polwan) ditikam hingga tewas di dalam sebuah kantor polisi di kota Rambouillet pada Jumat kemarin.
Pelaku penyerangan adalah seorang warga negara Tunisia berusia 36 tahun. Pelaku segera "dinetralkan" oleh petugas polisi dengan cara ditembak. Sumber polisi mengatakan pelaku tewas karena luka yang dideritanya. Sedangkan nama pelaku tidak dirilis.
Sementara korban yang berusia 49 tahun meninggal karena luka-lukanya.
Polisi Nasional Prancis menyebut korban sebagai Stephanie M dalam tweetnya, yang mengatakan aksi pembunuhan itu sebagai tindakan pengecut. Korban adalah petugas administrasi yang tidak bekerja di jalan tetapi di kantor.
Baca juga: Pria Tunisia Tikam Polisi Wanita Hingga Tewas di Prancis
Presiden Emmanuel Macron juga memberikan penghormatan kepadanya di Twitter. "Dalam perang melawan terorisme Islam, kami tidak akan menyerah," tulisnya.
Jaksa anti-terorisme Prancis, Jean-Francois Ricard pada konferensi pers mengatakan bahwa kantornya mengambil alih penyelidikan tersebut karena penyerang telah mengintai stasiun tersebut. Ini berdasarkan pernyataan yang ia buat selama serangan itu dan karena pelaku menargetkan seorang pejabat polisi. Namun ia tidak merinci motif dari serangan tersebut.
Pelaku penyerangan adalah seorang warga negara Tunisia berusia 36 tahun. Pelaku segera "dinetralkan" oleh petugas polisi dengan cara ditembak. Sumber polisi mengatakan pelaku tewas karena luka yang dideritanya. Sedangkan nama pelaku tidak dirilis.
Sementara korban yang berusia 49 tahun meninggal karena luka-lukanya.
Polisi Nasional Prancis menyebut korban sebagai Stephanie M dalam tweetnya, yang mengatakan aksi pembunuhan itu sebagai tindakan pengecut. Korban adalah petugas administrasi yang tidak bekerja di jalan tetapi di kantor.
Baca juga: Pria Tunisia Tikam Polisi Wanita Hingga Tewas di Prancis
Presiden Emmanuel Macron juga memberikan penghormatan kepadanya di Twitter. "Dalam perang melawan terorisme Islam, kami tidak akan menyerah," tulisnya.
Jaksa anti-terorisme Prancis, Jean-Francois Ricard pada konferensi pers mengatakan bahwa kantornya mengambil alih penyelidikan tersebut karena penyerang telah mengintai stasiun tersebut. Ini berdasarkan pernyataan yang ia buat selama serangan itu dan karena pelaku menargetkan seorang pejabat polisi. Namun ia tidak merinci motif dari serangan tersebut.
Lihat Juga :