Insiden KRI Nanggala-402 dan Tragedi Kapal Selam Kursk yang Lebih Mengerikan
Sabtu, 24 April 2021 - 13:06 WIB
loading...
A
A
A
Jurnalis Inggris Robert Moore, yang memenangkan penghargaan karena liputannya soal runtuhnya bekas Uni Soviet untuk jaringan televisi ITN, memberi tahu Robert Siegel dari NPR bahwa tragedi Kursk adalah kecelakaan yang menunggu untuk terjadi.
Dalam buku barunya, "A Time to Die: The Untold Story of the Kursk Tragedy", Moore merinci keputusan buruk dan kecerobohan politik yang menyebabkan kematian 118 pelaut Rusia.
Kursk bukan sembarang kapal selam Rusia. Cepat serta berteknologi siluman dan rumit,, Kursk adalah kebanggaan Angkatan Laut pasca-Soviet yang kekurangan uang.
Angkatan laut Rusia yang berkarat saat ini adalah bayang-bayang kejayaannya ketika Uni Soviet adalah negara adidaya sejati. Misalnya, orang-orang yang bertugas di Kursk kadang-kadang pergi berbulan-bulan tanpa mendapatkan gaji.
Ledakan yang menghancurkan Kursk kemungkinan besar disebabkan oleh penggunaan hidrogen peroksida sebagai propelan torpedo—bahan kimia yang sangat mudah menguap sehingga Angkatan Laut Kerajaan Inggris melarang penggunaannya beberapa dekade sebelumnya.
Dalam buku barunya, "A Time to Die: The Untold Story of the Kursk Tragedy", Moore merinci keputusan buruk dan kecerobohan politik yang menyebabkan kematian 118 pelaut Rusia.
Kursk bukan sembarang kapal selam Rusia. Cepat serta berteknologi siluman dan rumit,, Kursk adalah kebanggaan Angkatan Laut pasca-Soviet yang kekurangan uang.
Angkatan laut Rusia yang berkarat saat ini adalah bayang-bayang kejayaannya ketika Uni Soviet adalah negara adidaya sejati. Misalnya, orang-orang yang bertugas di Kursk kadang-kadang pergi berbulan-bulan tanpa mendapatkan gaji.
Ledakan yang menghancurkan Kursk kemungkinan besar disebabkan oleh penggunaan hidrogen peroksida sebagai propelan torpedo—bahan kimia yang sangat mudah menguap sehingga Angkatan Laut Kerajaan Inggris melarang penggunaannya beberapa dekade sebelumnya.
Lihat Juga :