Pakar: Lambung Kapal Selam Nanggala-402 Bisa Pecah Jika Tenggelam 700 Meter
Sabtu, 24 April 2021 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Sekadar diketahui, KRI Nanggala-402 adalah kapal selam tenaga diesel—bukan tenaga nuklir—Type 209 buatan Jerman.
Pencarian kapal selam Indonesia itu telah memasuki hari keempat pada hari ini (24/4/2021). Meskipun cadangan oksigen pada kapal itu telah habis, tim pencari dan penyelamat tetap optimistis untuk menemukannya.
Ratusan personel militer ambil bagian dalam pencarian KRI Nanggala-402 dengan dukungan aset-aset militer canggih dari Amerika Serikat, Australia, Singapura dan negara-negara lain.
Kapal selama itu hilang kontak saat bersiap untuk melakukan latihan torpedo.
“Sejauh ini kami belum menemukannya...tetapi dengan peralatan yang tersedia kami dapat menemukan lokasinya,” kata Achmad Riad, juru bicara militer Indonesia, dalam jumpa pers pada hari Jumat.
Seorang pilot Angkatan Udara mengatakan enam ton peralatan telah diterbangkan ke pangkalan untuk membantu pencarian, termasuk balon bawah air untuk membantu mengangkat kapal.
Angkatan Laut Indonesia mengaku sedang menyelidiki apakah kapal selam kehilangan daya atau listrik padam selama menyelam dan tidak dapat melakukan prosedur darurat saat turun ke kedalaman 600-700 meter, jauh di luar batas yang dapat bertahan.
Pencarian kapal selam Indonesia itu telah memasuki hari keempat pada hari ini (24/4/2021). Meskipun cadangan oksigen pada kapal itu telah habis, tim pencari dan penyelamat tetap optimistis untuk menemukannya.
Ratusan personel militer ambil bagian dalam pencarian KRI Nanggala-402 dengan dukungan aset-aset militer canggih dari Amerika Serikat, Australia, Singapura dan negara-negara lain.
Kapal selama itu hilang kontak saat bersiap untuk melakukan latihan torpedo.
“Sejauh ini kami belum menemukannya...tetapi dengan peralatan yang tersedia kami dapat menemukan lokasinya,” kata Achmad Riad, juru bicara militer Indonesia, dalam jumpa pers pada hari Jumat.
Seorang pilot Angkatan Udara mengatakan enam ton peralatan telah diterbangkan ke pangkalan untuk membantu pencarian, termasuk balon bawah air untuk membantu mengangkat kapal.
Angkatan Laut Indonesia mengaku sedang menyelidiki apakah kapal selam kehilangan daya atau listrik padam selama menyelam dan tidak dapat melakukan prosedur darurat saat turun ke kedalaman 600-700 meter, jauh di luar batas yang dapat bertahan.
Lihat Juga :