Eks Perwira US Navy Ungkap Penyebab Kapal Selam Nanggala-402 Sulit Ditemukan

Sabtu, 24 April 2021 - 09:06 WIB
loading...
A A A
Angkatan Laut Indonesia mengatakan kapal itu mungkin tenggelam hingga kedalaman lebih dari 2.000 kaki, yang tentunya akan mempersulit pencarian lebih lanjut.

Kedalaman tersebut tidak hanya melampaui kedalaman maksimum kapal selam, berpotensi menempatkannya pada risiko runtuhnya lambung yang dahsyat, tetapi juga mungkin membuatnya berada di luar jangkauan opsi pemulihan yang tersedia.

Clark mengatakan mencari hal-hal di sekitar dasar laut juga agak menantang.

"Seperti yang kita lihat dengan berbagai kecelakaan pesawat, sulit menemukan sesuatu, bahkan yang besar, ketika turun ke dasar laut, karena tercampur dengan kekacauan di sana," katanya.

Baca juga: Pakar Militer Khawatir Kapal Selam Nanggala-402 Indonesia Kebanjiran

Sebagai perbandingan, kapal selam ARA San Juan Angkatan Laut Argentina hilang pada tahun 2017. Baru setahun kemudian tim pencari menemukan kapal tersebut, di mana 44 awaknya tewas, di dasar laut pada kedalaman sekitar 3.000 kaki.

"Jika kapal selam diesel kecil seperti milik Indonesia tenggelam di kedalaman 2.000 kaki air, itu tidak mungkin untuk bertahan," kata Clark.

Nasib kapal selam Indonesia itu masih belum diketahui, dan upaya untuk menemukannya berpacu dengan waktu meskipun secara teori pasokan oksigen sudah habis karena sudah lewat dari 72 jam.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Trump: Kesepakatan Nuklir...
Trump: Kesepakatan Nuklir Batal Jika Arab Saudi Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
KRI Nanggala 402 Ditemukan...
KRI Nanggala 402 Ditemukan Terpecah Jadi Tiga Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved