Pakar Militer: Insiden Kapal Selam Nanggala-402 Pukulan Moral bagi Indonesia
Jum'at, 23 April 2021 - 11:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pakar Militer Khawatir Kapal Selam Nanggala-402 Indonesia Kebanjiran
Seorang mantan perwira Angkatan Laut dan pengacara maritim Inggris, berbicara kepada Al Jazeera tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa kemungkinan penjelasan lain untuk insiden hilang kontak dari KRI Nanggala-402 termasuk ledakan torpedo atau senjata, tabrakan dengan kapal atau benda bawah air, oksigen kegagalan, banjir yang tidak disengaja atau kerusakan struktural.
“Penghancuran lambung harus mungkin terjadi di kedalaman ini dan, karena minyak telah terlihat di permukaan, itu bisa menunjukkan kegagalan struktural yang dahsyat, terutama karena kapalnya sudah tua, yang dibangun pada tahun 1977 dan dikirim ke Angkatan Laut Indonesia pada tahun 1981," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa kedalaman kapal selam bisa membuat potensi penyelamatan menjadi tantangan.
“Sangat sulit untuk melakukan penyelamatan pada kedalaman ini karena cara yang biasa dilakukan dengan lonceng selam diturunkan dan dipasang ke pintu keluar, yang hampir pasti tidak mungkin jika kapal selam memang berada pada kedalaman 700 meter [2.296 kaki]," imbuh dia.
"Saya tidak berharap untuk kru ini," paparnya.
Seorang mantan perwira Angkatan Laut dan pengacara maritim Inggris, berbicara kepada Al Jazeera tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa kemungkinan penjelasan lain untuk insiden hilang kontak dari KRI Nanggala-402 termasuk ledakan torpedo atau senjata, tabrakan dengan kapal atau benda bawah air, oksigen kegagalan, banjir yang tidak disengaja atau kerusakan struktural.
“Penghancuran lambung harus mungkin terjadi di kedalaman ini dan, karena minyak telah terlihat di permukaan, itu bisa menunjukkan kegagalan struktural yang dahsyat, terutama karena kapalnya sudah tua, yang dibangun pada tahun 1977 dan dikirim ke Angkatan Laut Indonesia pada tahun 1981," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa kedalaman kapal selam bisa membuat potensi penyelamatan menjadi tantangan.
“Sangat sulit untuk melakukan penyelamatan pada kedalaman ini karena cara yang biasa dilakukan dengan lonceng selam diturunkan dan dipasang ke pintu keluar, yang hampir pasti tidak mungkin jika kapal selam memang berada pada kedalaman 700 meter [2.296 kaki]," imbuh dia.
"Saya tidak berharap untuk kru ini," paparnya.
(min)
Lihat Juga :