Suriah yang Dilanda Perang Gelar Pemilu Presiden 26 Mei

Senin, 19 April 2021 - 09:42 WIB
loading...
Suriah yang Dilanda...
Presiden Republik Arab Suriah Bashar al-Assad berbicara di depan Parlemen pada 30 Maret 2021. Foto/SANA/Handout via REUTERS
A A A
DAMASKUS - Suriah , negara yang masih dilanda perang, akan menggelar pemilu presiden (pilpres) pada 26 Mei mendatang.

Kandidat yang boleh mencalonkan diri sebagai presiden harus sudah tinggal di Suriah setidaknya selama 10 tahun berturut-turut. Dengan aturan ini, tokoh oposisi di pengasingan tidak dapat mencalonkan diri.

Baca juga: Hadapi Rusia, Inggris Bela Ukraina dengan 2 Kapal Perang dan Jet Tempur F-35

Pilpres bulan depan adalah yang kedua di negara itu dalam bayang-bayang perang saudara. Seperti sebelumnya, pilpres nanti kemungkinan akan membuat Presiden Bashar al-Assad tetap berkuasa.

Pengumuman jadwal pemilu presiden Suriah disampaikan Ketua Parlemen Hammouda Sabbagh pada hari Minggu.

"Warga Suriah di luar negeri akan dapat memberikan suara di kedutaan pada 20 Mei," kata Sabbagh dalam sebuah pernyataan, yang dilansir Al Jazeera.

Dia mengatakan kandidat calon presiden (capres) dapat menyerahkan dokumen pendaftaran mereka mulai Senin (19/4/2021).

Presiden Assad, yang mengambil alih kekuasaan setelah kematian ayahnya Hafez al-Assad pada tahun 2000, belum secara resmi mengumumkan akan mencalonkan diri kembali dalam pemilu presiden bulan depan.

Dia memenangkan pemilu presiden sebelumnya pada 2014, tiga tahun setelah penumpasan berdarah terhadap pengunjuk rasa anti-pemerintah dan di tengah konflik yang berkecamuk. Saat itu, dia memperoleh hampir 90 persen suara.

Sejak itu, intervensi militer Rusia telah membantu Assad untuk merebut kembali wilayah yang luas dari petempur oposisi atau pemberontak, yang sekarang menguasai sebagian kecil tanah di wilayah barat laut negara itu.

Di bawah konstitusi Suriah 2012, seorang presiden hanya boleh menjalani dua masa jabatan tujuh tahun—dengan pengecualian presiden yang dipilih dalam pemilu 2014.

Kandidat capres harus terus tinggal di Suriah selama setidaknya 10 tahun, yang berarti bahwa tokoh oposisi di pengasingan yang berjuang untuk mengakhiri 51 tahun pemerintahan keluarga Assad dilarang maju sebagai capres.

Kandidat juga harus mendapat dukungan dari setidaknya 35 anggota parlemen, yang didominasi oleh Partai Baath—partainya Assad.

Partai itu memenangkan mayoritas kursi dalam pemilu Parlemen Suriah tahun lalu, yang dikecam kubu oposisi sebagai pemilu teatrikal.

Pemilu presiden nanti juga akan digelar di tengah pandemi virus corona dan krisis ekonomi yang menghancurkan.

Negara ini sedang menghadapi situasi pangan dan listrik yang memburuk, dengan banyak orang di daerah yang dikendalikan pemerintah mengantre untuk mendapatkan bahan bakar dan roti.

Baca juga: Wakil Komandan Pasukan Quds Iran Hejazi Meninggal Serangan Jantung

Pemadaman listrik yang terputus-putus telah memaksa bisnis lokal tutup, yang meningkatkan tingkat pengangguran dalam beberapa bulan terakhir.

Nilai mata uang pound Suriah telah anjlok dan diperparah oleh sanksi Amerika Serikat (AS).

Perang saudara selama satu dekade telah menewaskan sedikitnya 500.000 orang dan jutaan orang telantar.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Pasukan AS Mundur dari...
Pasukan AS Mundur dari Pangkalan Utama Suriah, Pindah ke Yordania
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Kisah Curacao Negara...
Kisah Curacao Negara Berpenduduk 150.000 Jiwa, Dulu Dikalahkan Timnas Indonesia Kini Tampil di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Terpaksa Menikah demi...
Terpaksa Menikah demi Keluarga, Simak Sinopsis When Rain Meets Summer di V+Short
Berita Terkini
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved