Mobil Tesla Diduga Autopilot Tabrak Pohon dan Meledak, 2 Tewas

loading...
Mobil Tesla Diduga Autopilot Tabrak Pohon dan Meledak, 2 Tewas
Mobil listrik Tesla yang diduga melaju dalam mode Autopilot menabrak pohon dan meledak di Texas, AS. Dua orang tewas ditemukan di kursi penumpang. Foto/Twitter @KPRC2Deven
SPRING - Sebuah mobil listrik Tesla yang diduga melaju dalammodeAutopilot atau tanpa sopir menabrak pohon di Spring, Texas, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu malam. Dua orang yang berada di kursi penumpang tewas setelah mobil canggih itu meledak dan terbakar.

Satu korban tewas ditemukan di kursi penumpang depan, dan satu lagi ditemukan di kursi penumpang belakang.

Baca juga: 18 Diplomatnya Diusir, Rusia Balas Usir 20 Diplomat Ceko

Berdasarkan penyelidikan awal, polisi mengatakan kepada KPRC 2 bahwa mereka yakin tidak ada orang di belakang kemudi. Kendati demikian, polisi belum menyelesaikan penyelidikan komprehensif dan investigasi awal tidak meyakinkan.

Polisi belum bersedia menjawab pertanyaan media tentang apakah ada kemungkinan pengemudi atau sopir bisa saja pindah atau terpental dari kursinya selama atau setelah tabrakan.



Petugas pemadam kebakaran dilaporkan menggunakan 32.000 galon air dan menghabiskan waktu berjam-jam guna memadamkan api yang diakibatkan oleh kecelakaan mobil listrik tersebut.

Mengutip CNBC, Senin (19/4/2021), Tesla telah menjual mobil sistem driving dengan brand moniker Autopilot, dan Full Self-Driving (FSD). Ia juga merilis versi "beta" dari perangkat lunak Full Self Driving (FSD beta) untuk beberapa pelanggan yang memiliki opsi FSD premium, yang saat ini berharga USD10.000.

CEO Tesla Elon Musk mengatakan pada episode 11 Februari dari podcast Joe Rogan Experience: "Saya pikir Autopilot sudah cukup baik sehingga Anda tidak perlu mengemudi di sebagian besar waktu kecuali Anda benar-benar menginginkannya."

Tesla Autopilot dan FSD tidak mampu mengendalikan kendaraan listrik dalam semua kondisi berkendara normal.

Baca juga: Makhluk Campuran Manusia-Monyet Ciptaan Ilmuwan AS Dibiarkan Hidup 20 Hari



Dalam sebuah surat kepada California DMV akhir tahun lalu, menurut catatan yang diperoleh CNBC dan lainnya, pengacara Tesla mengatakan bahwa "baik Autopilot maupun FSD Capability bukanlah sistem otonom". Dalam manual pemiliknya, Tesla memperingatkan pengemudi: "Fitur yang saat ini diaktifkan memerlukan pengawasan pengemudi aktif dan tidak membuat kendaraan menjadi otonom."

Meskipun demikian, banyak penggemar dan influencer Tesla berbagi video di media sosial yang menunjukkan orang-orang mengemudi dengan tangan bebas untuk waktu yang lama, tidur di belakang kemudi atau tanpa ada orang di kursi pengemudi.
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top