Rusia Hendak Blokir Laut Hitam, NATO Tak Terima
Sabtu, 17 April 2021 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
"Militerisasi Crimea, Laut Hitam, dan Laut Azov yang sedang berlangsung di Rusia merupakan ancaman lebih lanjut bagi kemerdekaan Ukraina, dan merusak stabilitas kawasan yang lebih luas," kata juru bicara Sekjen NATO Jens Stoltenberg dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Sabtu (17/4/2021).
"Memblokir Laut Hitam akan menjadi langkah yang tidak dapat dibenarkan, dan bagian dari pola perilaku destabilisasi Rusia yang lebih luas," ujarnya.
"NATO meminta Rusia untuk segera menurunkan ketegangan, menghentikan pola provokasinya, dan menghormati komitmen internasionalnya," imbuh juru bicara Stoltenberg.
Juru bicara Pentagon John Kirby mencatat bahwa Rusia berencana untuk memblokir Laut Hitam hingga Oktober dengan alasan sedang mempersiapkan latihan militer.
"Rusia memiliki sejarah mengambil tindakan agresif terhadap kapal Ukraina dan menghalangi transit maritim internasional di Laut Hitam, khususnya di dekat Selat Kerch," katanya kepada wartawan.
"Ini hanya contoh terbaru dari kampanye yang sedang berlangsung untuk melemahkan dan mengguncang Ukraina," ujarnya. Dia menegaskan kembali dukungan tak tergoyahkan Washington untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.
"Memblokir Laut Hitam akan menjadi langkah yang tidak dapat dibenarkan, dan bagian dari pola perilaku destabilisasi Rusia yang lebih luas," ujarnya.
"NATO meminta Rusia untuk segera menurunkan ketegangan, menghentikan pola provokasinya, dan menghormati komitmen internasionalnya," imbuh juru bicara Stoltenberg.
Juru bicara Pentagon John Kirby mencatat bahwa Rusia berencana untuk memblokir Laut Hitam hingga Oktober dengan alasan sedang mempersiapkan latihan militer.
"Rusia memiliki sejarah mengambil tindakan agresif terhadap kapal Ukraina dan menghalangi transit maritim internasional di Laut Hitam, khususnya di dekat Selat Kerch," katanya kepada wartawan.
"Ini hanya contoh terbaru dari kampanye yang sedang berlangsung untuk melemahkan dan mengguncang Ukraina," ujarnya. Dia menegaskan kembali dukungan tak tergoyahkan Washington untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina.
Lihat Juga :