Terungkap, Kapal Induk Type 003 China Nyaris Sebanding Kapal Induk Terbaru AS

Jum'at, 16 April 2021 - 11:53 WIB
loading...
Terungkap, Kapal Induk...
Gambar satelit tentang proyek kapal induk Type 003 China. Foto/Naval News
A A A
BEIJING - Sebuah citra satelit mengungkap kapal induk Type 003 yang sedang dibangun China jauh lebih besar dari yang diperkirakan awal. Ukurannya nyaris sebanding dengan kapal induk terbaru Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford.

Foto satelit tersebut diambil dari Galangan Kapal Jiangnan di Shanghai pada 28 Maret oleh satelit pencitraan Kompsat Korea Selatan dan diperoleh oleh Shadowbreak International. Foto tersebut menjadi jeda menyegarkan dari foto-foto buram galangan kapal yang diambil oleh orang-orang yang melintas beberapa bulan ini.

Baca juga: Ukraina Ketir-ketir dengan 110.000 Tentara dan Senjata Nuklir Rusia

Menurut Naval News, panjang garis air dari kapal Type 003 berdasarkan citra satelit adalah sekitar 300 meter (985 kaki). Itu nyaris seukuran dengan kapal induk USS Gerald Ford yang garis airnya mencapai 317 meter (1.040 kaki).

Meski demikian, Type 003 jelas lebih panjang dari kapal induk China sebelumnya, yakni Type 001 Liaoning dan Type 002 Shandong yang garis airnya sekitar 270 meter (885 kaki).

Namun, panjang garis air bukanlah ukuran akhir kapal karena pada sebagian besar kapal induk, dek penerbangan memiliki jarak yang cukup jauh ke segala arah.

Laporan Naval News, yang dikutip Jumat (16/4/2021)menyatakan modul interior Type 003, termasuk hanggar dan ruang mesin, kemungkinan akan segera selesai yang cukup untuk mulai memasang dek penerbangan, yang berarti bentuk akhirnya akan segera terlihat.

Type 003, lanjut laporan itu, kemungkinan akan berbobot 85.000 ton saat terisi penuh. Sedangkan kapal induk kelas Ford bobotnya 100.000 ton.

Meski demikian, Type 003 yang lebih besar dari Liaoning dan Shandong akan membawa banyak teknologi baru yang membuatnya jauh lebih berbahaya.

Itu termasuk—yang paling penting—sistem peluncuran pesawat elektromagnetik (EMALS) seperti yang dimiliki kapal induk kelas Ford.

EMALS akan memungkinkan Type 003 untuk meluncurkan pesawat yang lebih berat, seperti pesawat peringatan dini udara KJ-600, dan jet tempur dengan senjata berat dan muatan bahan bakar, yang saat ini membatasi kemampuan Liaoning dan Shandong untuk membawa jet tempur besar "Flying Shark" J-15.

Shenyang Aircraft Corporation, pembuat J-15, juga kemungkinan sedang mengerjakan pesawat tempur berbasis kapal induk lain untuk Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN).

Sejak setidaknya Juli 2020, Shenyang—yang telah bekerja dengan biro desain Chinese Aeronautical Establishment untuk mengembangkan "jenis pesawat baru" untuk penggunaan Angkatan Laut—mengatakan bulan lalu bahwa mereka menggandakan penelitian dan uji coba pada 2021.

Foto yang dirilis secara resmi telah diberikan kepercayaan pada teori lama bahwa turunan dari pesawat uji FC-31 Gyrfalcon Shenyang, pesawat tempur siluman yang sebanding dengan F-35C Joint Strike Fighter Angkatan Laut AS, akan menjadi produk akhir.

Namun, Type 003 tidak akan bertenaga nuklir seperti halnya kapal induk AS. Hal itulah yang akan membatasi kemampuannya untuk tetap berada di laut dalam waktu lama tanpa mengisi bahan bakar.

Itu juga menyisakan pertanyaan tentang bagaimana kapal perang akan menghasilkan listrik dalam jumlah besar yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem elektromagnetik pada ketapel pesawat.

Baca juga: Bikin Geger, Ilmuwan AS Ciptakan Makhluk Campuran Manusia-Monyet

Type 003 kemungkinan akan diberikan beberapa generator turbo uap 20 megawatt baru yang diluncurkan Juli lalu.

Li Jie, seorang ahli Angkatan Laut yang berbasis di Beijing, mengatakan kepada Global Times bahwa generator baru cukup kuat untuk menyediakan kebutuhan tenaga penggerak dan listrik, memungkinkan sistem penggerak listrik terintegrasi seperti yang digunakan pada kapal perusak USS Zumwalt futuristik.

Dia mencatat bahwa empat generator akan cukup untuk memberi daya pada kapal penjelajah Type 055 seberat 13.000 ton.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
2 Gempa Dahsyat M7,2...
2 Gempa Dahsyat M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Banyak Bangunan Ambruk
Rekomendasi
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved