Bikin Geger, Ilmuwan AS Ciptakan Makhluk Campuran Manusia-Monyet

loading...
Bikin Geger, Ilmuwan AS Ciptakan Makhluk Campuran Manusia-Monyet
Monyet-monyet yang jadi objek penelitian di laboratorium di China. Para ilmuwan AS menghasilkan makhluk campuran manusia-monyet yang menuai kritik soal etika. Foto/REUTERS
CALIFORNIA - Para ilmuwan dari Salk Institute di California, Amerika Serikat (AS), telah menghasilkan mahkhluk campuran manusia-monyet dengan selinduk manusia. Pekerjaan itu dikritik para pakar yang mempertanyakan soal etika.

Kelompok ilmuwan Amerika telah menghasilkan chimera manusia-monyet setelah menumbuhkan sel manusia dalam embrio monyet. Pekerjaan itu dalam upaya untuk lebih memahami tentang bagaimana sel berkembang dan berkomunikasi satu sama lain.

Baca juga: Ukraina Ketir-ketir dengan 100.000 Tentara dan Senjata Nuklir Rusia

Istilah chimera sebenarnya adalah mahluk fiktif dari mitologi Yunani yang digambarkan sebagai campuran dari berbagai mahluk hidup. Saat ini, istilah itu kerap digunakan untuk menggambarkan makhluk yang dibuat dari gabungan dua genetik yang berbeda.

Beberapa ahli etika di Inggris telah menyuarakan keprihatinan, dengan mengatakan pekerjaan itu menimbulkan tantangan etika dan hukum yang signifikan dan membuka kotak pandora untuk chimera "manusia-bukan manusia".



Mereka menyerukan diskusi publik tentang tantangan etika dan peraturan yang terkait dengan chimera manusia-hewan.

Dalam pekerjaannya, para peneliti dari Salk Institute di California memasukkan selinduk manusia—sel khusus yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel—ke dalam embrio monyet di cawan petri di laboratorium.

Para ilmuwan, yang dipimpin oleh Profesor Juan Carlos Izpisua Belmonte, mengatakan pekerjaan mereka dapat membuka jalan untuk mengatasi kekurangan organ yang dapat ditransplantasikan serta membantu memahami lebih banyak tentang perkembangan awal manusia, perkembangan penyakit, dan penuaan.

"Pendekatan chimeric ini bisa sangat berguna untuk memajukan penelitian biomedis tidak hanya pada tahap paling awal kehidupan, tetapi juga tahap kehidupan terbaru," kata Belmonte, seperti dikutip The Mirror, Jumat (16/4/2021).

Pada 2017, Belmonte dan timnya menciptakan hibrida manusia-babi pertama, di mana mereka memasukkan sel manusia ke dalam jaringan babi tahap awal tetapi menemukan bahwa sel manusia di lingkungan ini memiliki komunikasi molekuler yang buruk.



Jadi tim memutuskan untuk menyelidiki chimera yang tumbuh di laboratorium menggunakan spesies yang lebih dekat hubungannya, yakni monyet.

Embrio chimeric manusia-monyet dipantau di laboratorium selama 19 hari sebelum dihancurkan.

Menurut para ilmuwan, hasil yang dipublikasikan di jurnal Cell, menunjukkan bahwa sel induk manusia "bertahan dan terintegrasi dengan efisiensi relatif yang lebih baik daripada percobaan sebelumnya pada jaringan babi".
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top