Peluncuran Kapal Perang Disuguhi Tarian Twerking, Ini Reaksi Menhan Australia

loading...
Peluncuran Kapal Perang Disuguhi Tarian Twerking, Ini Reaksi Menhan Australia
Para penari seksi menyuguhkan tarian twerking dalam peluncuran kapal perang baru Australia, HMAS Supply, yang menuai kecaman dari berbagai pihak. Foto/ABC.net.au
CANBERRA - Peluncuran kapal perang baru Australia , HMAS Supply, disuguhi tarian twerking dari para perempuan seksi. Suguhan tari yang tak pantas untuk acara penting itu memicu kecaman yang meluas dan Menteri Pertahanan (Menhan) Peter Dutton kecewa.

Dutton mengaku telah mengambil tindakan atas tarian yang menampilkan gerakan provokasi seks itu. Dia berjanji insiden seperti itu tidak akan terulang lagi di masa mendatang.

Baca juga: Viral, Peluncuran Kapal Perang Australia Disuguhi Tarian Twerking

Video tarian itu telah di-posting oleh ABC dan menjadi viral di media sosial.

Menhan Dutton pada hari Jumat (16/4/2021) mengatakan dia telah berbicara dengan kepala Angkatan Laut tentang insiden itu ketika pemerintah bergulat dengan kekhawatiran tentang perlakuan terhadap perempuan.



"Itu tidak terlihat bagus," kata Dutton. “Saya telah menjelaskan dengan sangat jelas bahwa itu tidak akan terjadi lagi.”

Sementara itu, kelompok tari yang berbasis di Sydney, 101 Doll Squadron, mengaku kecewa dengan tindakan ABC yang mereka anggap telah mengedit video itu. Video yang diedit menunjukkan tarian disuguhkan kepada para pejabat yang sejatinya tidak hadir dalam upacara tersebut.

Kelompok tari tersebut mengatakan bahwa rekaman video juga diambil dari sudut yang tidak dapat dilihat oleh penonton, yang menurut mereka "menyeramkan" dan membuat mereka merasa "terancam dan dieksploitasi".

ABC telah mengeluarkan pernyataan meminta maaf atas editing video tersebut dan kepada para pejabat yang tidak hadir di pertunjukan itu.

Namun, media itu membela diri atas penayangan video pertunjukan tari twerking, dengan mengatakan itu diambil dengan cara standar.



Menteri Luar Negeri Marise Payne mengatakan kelompok tari komunitas telah mengalami pelecehan yang luar biasa dan menerima permintaan maaf dari penyiar ABC.

Baca juga: Israel Halangi Azan di Masjid Al-Aqsa, Palestina Sebut Bisa Picu Perang Agama

"Saya pikir itu sangat penting bagi pentingnya diskusi yang kita miliki tentang rasa hormat, dan bagaimana kita menghadapi satu sama lain, ketika kita memiliki perbedaan pendapat," katanya kepada Sunrise.

“Saya yakin pihak pembela akan memandang cara mereka menonton acara commissioning dan memastikan bahwa mereka menangani setiap kekhawatiran yang muncul," ujarnya.

“Tapi saya tidak ingin peserta dalam kelompok pertunjukan seperti itu harus menanggung hal-hal yang mereka nikmati dalam seminggu terakhir.”
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top